Arsip untuk ‘Artikel’ Kategori
Keajaiban Mendongeng
Tahukah Anda, bahwa…
Mendongeng adalah pekerjaan yang kecil yang mendatangkan hasil yang sangat besar. Apa hasilnya? Anak adalah karunia terbesar dan terindah yang dititipkan Tuhan kepada kita. Setiap orang tua menginginkan anak super, anak jenius anak yang kreatif. Ingatlah bahwa anak jenius tidak dilahirkan. Mereka dibina! Pendidikan dimulai dari pangkuan Ibu, dan setiap kata yang diucapkan di telinga anak, akan membangun karakter mereka.
Lima belas menit waktu yang Anda sediakan untuk mendongeng akan membuka waduk besar berisi energi dan gagasan kreatif, yang terkunci di dalam diri anak. Mendongeng seperti membuat api dalam diri anak. Percikan api kecil itu merupakan percikan pi seorang jenius. Dia akan bersinar di dunia yang berisi kemungkinan-kemungkinan yang dahsyat.
Sayang sekali saat ini banyak sekali orang tua yang kehabisan waktu, segala macam target pekerjaan, sehingga tidak bisa meluangkan waktu untuk mendongeng bagi putra-putrinya.
Saya merasa nelangsa ketika melihat kondisi yang berubah, dari masa kanak-kanak saya dahulu ke masa sekarang. Zaman saya kecil saya seringkali di bacakan dongeng oleh Ibu, sebelum kami tidur.
Tiga puluh tujuh tahun umur saya kini dan kini saya masih mengingat dengan jelas cerita-cerita yang didongengkan Ibu kepada kami, sebagai pengantar tidur. Saya sangat bersyukur, bisa mendapatkan saat-saat bahagia seperti itu. Saya merasakan manfaat besar dongeng Ibu terhadap pertumbuhan kepribadian kami.
Mendongeng itu Mudah!
MEMILIH bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang dewasa
ini demikian melimpah ruah, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan, entah itu
berupa komik, cerita pendek, atau novel.
Dalam upaya menumbuhkembangkan daya intelektual anak lewat bacaan, orang tua
mempunyai peran yang cukup penting. Orang tua harus menjadi pembaca pertama
buku-buku yang kelak akan dibaca anak.
Dalam memilih bacaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama,
lihat bahasa yang dipakainya, apakah mudah dicerna atau tidak oleh si anak.
Setelah itu lihat jalan ceritanya, konflik yang dihidupkannya, latar
ceritanya, dan sebagainya. Pasalnya, dewasa ini hal-hal yang bersifat
pornografis sudah merasuk ke dalam komik, novel, bahkan cerita pendek.
Jangan sampai hal yang belum pantas dibaca anak, malah menjadi santapannya.
Hal itu bisa membuat anak lupa pada tugas utamanya, yakni belajar menghayati
hidup dan kehidupan secara mandiri, arif dan bijaksana. Baca selebihnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar