<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Paskalina&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://paskalina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paskalina.wordpress.com</link>
	<description>Dari Indonesia untuk Anak Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 06:18:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='paskalina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0d9585ff5adbdce4ba2f892c3eaa7f19?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Paskalina&#039;s Blog</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kami Anak-anak Bom Atom</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/10/29/kami-anak-anak-bom-atom/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/10/29/kami-anak-anak-bom-atom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 05:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar_kabari]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[KPG]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Atom]]></category>
		<category><![CDATA[Hiroshima]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[
BUKU INI BERISI 29 KISAH SEJATI YANG DITULIS OLEH ANAL-ANAK KORBAN BOM ATOM HIROSHIMA, JEPANG.
ANAK-ANAK INI MENYAKSIKAN KEDAHSYATAN BOM ATOM MEMBAKAR DAN MEMPORAKPORANDAKAN RUMAH, SEKOLAH, DAN TEMPAT BERMAIN MEREKA.
&#160;
Klik untuk BACA REVIEWNYA
Posted in Buku Anak, Kabar_kabari Tagged: anak, Bom Atom, Buku Anak, Cerita, Hiroshima, Jepang, Kisah, Kisah Nyata, Kisah Sejati, KPG     [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=334&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-medium wp-image-335" title="kami anak-anak bom atom" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/10/kami-anak-anak-bom-atom.jpg?w=128&#038;h=193" alt="kami anak-anak bom atom" width="128" height="193" /></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong>BUKU INI BERISI 29 KISAH SEJATI YANG DITULIS OLEH ANAL-ANAK KORBAN BOM ATOM HIROSHIMA, JEPANG.</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#339966;">ANAK-ANAK INI MENYAKSIKAN KEDAHSYATAN BOM ATOM MEMBAKAR DAN MEMPORAKPORANDAKAN RUMAH, SEKOLAH, DAN TEMPAT BERMAIN MEREKA.</span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a title="Review Kami Anak-anak Bom Atom" href="http://cantingbening.wordpress.com/2009/10/29/kami-anak-anak-bom-atom/" target="_blank"><span style="color:#ff0000;"><strong>Klik untuk BACA REVIEWNYA</strong></span></a></p>
Posted in Buku Anak, Kabar_kabari Tagged: anak, Bom Atom, Buku Anak, Cerita, Hiroshima, Jepang, Kisah, Kisah Nyata, Kisah Sejati, KPG <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=334&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/10/29/kami-anak-anak-bom-atom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/10/kami-anak-anak-bom-atom.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">kami anak-anak bom atom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dongeng: Putri yang Sempurna (HC Andersen)</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/09/29/dongeng-putri-yang-sempurna-hc-andersen/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/09/29/dongeng-putri-yang-sempurna-hc-andersen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 02:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Anak]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Putri]]></category>
		<category><![CDATA[HC Andersen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Putri yang Sempurna
Hans Christian Andersen


Dahulu kala, ada seorang pangeran yang menginginkan seorang Putri Raja, tetapi Putri tersebut haruslah sempurna. Dia kemudian melakukan perjalanan mengelilingin dunia hanya untuk mencari putri tersebut, tetapi dia selalu menemukan bahwa ada sesuatu yang tidak sempurna pada setiap Putri Raja yang ditemuinya. Dia menemukan banyak Putri Raja, tapi tak ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=330&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;">Putri yang Sempurna</h2>
<h3 style="text-align:center;">Hans Christian Andersen</h3>
<div id="readerDisplay">
<p><img class="alignleft" title="Putri tidur diatas ranjang yang dilapis dengan dua puluh kasur" src="http://www.ceritakecil.com/images/illustration/cerita/0000/18-putri-yang-sempurna.jpg" alt="Putri dan dua puluh kasur" width="223" height="283" /></p>
<p>Dahulu kala, ada seorang pangeran yang menginginkan seorang Putri Raja, tetapi Putri tersebut haruslah sempurna. Dia kemudian melakukan perjalanan mengelilingin dunia hanya untuk mencari putri tersebut, tetapi dia selalu menemukan bahwa ada sesuatu yang tidak sempurna pada setiap Putri Raja yang ditemuinya. Dia menemukan banyak Putri Raja, tapi tak ada yang benar-benar dianggap sempurna oleh Pangeran itu. Dengan putus asa akhirnya dia pulang kembali ke istananya dan merasa sangat sedih karena tidak menemukan apa yang dicarinya.</p>
<p>Suatu malam, terjadi hujan badai yang sangat keras; dimana kilat dan guntur beserta hujan turun dengan deras sekali; malam itu sungguh menakutkan.</p>
<p>Ditengah-tengah badai tiba-tiba seseorang mengetuk pintu istana, dan ayah Pangeran yang menjadi Raja waktu itu, sendiri keluar membuka pintu untuk tamu tersebut.</p>
<p>Seorang Putri yang sangat cantik berdiri di luar pintu, kedinginan dan basah kuyup karena badai pada malam itu. Air mengalir dari rambut dan pakaiannya yang masih basah; mengalir turun ke kaki dan sepatunya. Putri tersebut mengaku bahwa dia adalah Putri yang sempurna.</p>
<p>&#8220;Kita akan segera mengetahui apakah yang dikatakan oleh Putri tersebut benar atau tidak,&#8221; pikir sang Ratu, tetapi dia tidak berkata apa-apa. Dia masuk ke dalam kamar tidur, mengeluarkan seprei yang mengalas tempat tidur yang akan dipakai oleh sang Putri dan menaruh sebutir kacang polong di atas tempat tidur itu. Kemudian dia mengambil dua puluh kasur dan meletakkannya di atas sebutir kacang tersebut. Malam itu sang Putri tidur di atas ranjang tersebut. Di pagi hari, mereka menanyakan apakah sang Putri tidur nyenyak di malam itu.</p>
<p>&#8220;Oh saya sangat susah tidur!&#8221; kata sang Putri, &#8220;Saya sangat sulit untuk memejamkan mata sepanjang malam! Saya tidak tahu apa yang ada pada ranjang itu, saya merasa berbaring di atas sesuatu yang kasar, dan seluruh tubuh saya pegal-pegal dan memar di pagi ini, sungguh menakutkan!&#8221;</p>
<p>Raja dan Ratu langsung tahu bahwa sang Putri ini pastilah putri yang benar-benar sempurna, karena hanya putri yang sempurna dapat merasakan sebutir kacang yang ditempatkan di bawah dua puluh kasur an dilapisi dengan dua puluh selimut. Hanya putri yang benar-benar sempurna mempunyai kulit yang begitu halus.</p>
<p>Pangeran kemudian mengambilnya sebagai istri, dan sekarang dia telah menemukan putri yang selama ini dicarinya.</p>
</div>
Posted in Cerita Anak, DONGENG Tagged: Cerita Anak, Cerita Putri, DONGENG, HC Andersen <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=330&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/09/29/dongeng-putri-yang-sempurna-hc-andersen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ceritakecil.com/images/illustration/cerita/0000/18-putri-yang-sempurna.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Putri tidur diatas ranjang yang dilapis dengan dua puluh kasur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/12/mewarnai-dongengmawar-kasih-sayang/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/12/mewarnai-dongengmawar-kasih-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 03:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Moral]]></category>
		<category><![CDATA[PENGETAHUAN]]></category>
		<category><![CDATA[Renny Yaniar]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips untuk Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku :  Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang
Penulis :  Renny Yaniar
Penerbit :  Gramedia
Tahun terbit :  2008
Jenis  :  Dongeng Anak
Tebal :  24 halaman
ISBN :  978-979-22-3702-3
Kegiatan mewarnai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Kegiatan ini tidak saja dapat mengisi waktu kosong anak, tetapi juga sebagai aktualisasi diri anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=322&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-323" title="mawar kasih sayang" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/mawar-kasih-sayang1.jpg?w=174&#038;h=249" alt="mawar kasih sayang" width="174" height="249" />Judul Buku :  <em>Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang</em></p>
<p>Penulis :  Renny Yaniar</p>
<p>Penerbit :  Gramedia</p>
<p>Tahun terbit :  2008</p>
<p>Jenis  :  Dongeng Anak</p>
<p>Tebal :  24 halaman</p>
<p>ISBN :  978-979-22-3702-3</p>
<p>Kegiatan mewarnai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Kegiatan ini tidak saja dapat mengisi waktu kosong anak, tetapi juga sebagai aktualisasi diri anak dalam bidang seni. Melalui kegiatan mewarnai anak bisa belajar membeda-bedakan warna yang satu dengan warna yang lain. Anak juga menjadi terlatih untuk memadu-madukan warna. Kemampuan  memadukan warna ini akan membantu si anak dalam  berkreasi seiring dengan perkembangan usia mereka.</p>
<p>Media apa yang bisa Anda gunakan untuk mengajak anak melakukan kegiatan mewarnai? Buku mewarnai tentunya bisa menjadi pilihan untuk mengajak anak berkreasi dengan warna.</p>
<p>Dalam buku <em>Mewarnai Dongeng: Mawar Kasih Sayang</em>, anak tidak saja melakukan kegiatan mewarnai, tetapi juga kegiatan membaca dongeng. Sebelum orang tua membimbing anak untuk mewarnai, orang tua bisa membacakan dongengnya terlebih dahulu. Dalam dongeng terkandung pesan-pesan moral yang juga dapat bermanfaat untuk kehidupan moral anak.</p>
<p>Tunggu apa lagi, lakukan dua kegiatan yang menyenangkan bersama anak Anda bersama buku ini.</p>
Posted in Buku Anak Tagged: anak, Anak Kreatif, Cerita, DONGENG, Gramedia, Keterampilan Anak, Moral, PENGETAHUAN, Renny Yaniar, Resensi, Tips untuk Orang Tua <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=322&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/12/mewarnai-dongengmawar-kasih-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/mawar-kasih-sayang1.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">mawar kasih sayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku-buku Renny Yaniar</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/03/buku-buku-renny-yaniar/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/03/buku-buku-renny-yaniar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 07:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[CERITA RAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[Moral]]></category>
		<category><![CDATA[PENGETAHUAN]]></category>
		<category><![CDATA[Renny Yaniar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Buku-buku kiriman dari Mbak Renny Yaniar
Klik gambarnya dan baca resensinya

 
  
Posted in Buku Anak Tagged: anak, Anak Kreatif, Cerita, CERITA RAKYAT, Moral, PENGETAHUAN, Renny Yaniar      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=309&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#33cccc;"><strong>Buku-buku kiriman dari Mbak Renny Yaniar</strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#ff99cc;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Klik gambarnya dan baca resensinya</em></span><br />
</strong></span></p>
<p><a title="Resensinya" href="http://cantingbening.wordpress.com/2009/06/08/buna-si-ikan-buntal/" target="_self"><img class="alignnone size-medium wp-image-310" title="Buna si Buntal" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/buna-si-buntal.jpg?w=193&#038;h=171" alt="Buna si Buntal" width="193" height="171" /></a> <img class="alignnone size-medium wp-image-311" title="Ayo, cintai lingkunganmu" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/ayo-cintai-lingkunganmu.jpg?w=178&#038;h=230" alt="Ayo, cintai lingkunganmu" width="178" height="230" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-312" title="candra kirana dan inu kertapati" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/candra-kirana-dan-inu-kertapati.jpg?w=165&#038;h=234" alt="candra kirana dan inu kertapati" width="165" height="234" /> <a title="Book Review" href="http://cantingbening.wordpress.com/2009/11/03/book-review-memilih-putra-mahkota/" target="_blank"><img class="alignnone size-medium wp-image-314" title="memilih putra mahkota" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/memilih-putra-mahkota.jpg?w=162&#038;h=232" alt="memilih putra mahkota" width="162" height="232" /></a> <a title="Resensi Mawar Kasih Sayang" href="http://paskalina.wordpress.com/2009/06/12/mewarnai-dongengmawar-kasih-sayang/" target="_self"><img class="alignnone size-medium wp-image-315" title="mawar kasih sayang" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/mawar-kasih-sayang.jpg?w=162&#038;h=232" alt="mawar kasih sayang" width="162" height="232" /></a></p>
Posted in Buku Anak Tagged: anak, Anak Kreatif, Cerita, CERITA RAKYAT, Moral, PENGETAHUAN, Renny Yaniar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=309&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/06/03/buku-buku-renny-yaniar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/buna-si-buntal.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Buna si Buntal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/ayo-cintai-lingkunganmu.jpg?w=233" medium="image">
			<media:title type="html">Ayo, cintai lingkunganmu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/candra-kirana-dan-inu-kertapati.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">candra kirana dan inu kertapati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/memilih-putra-mahkota.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">memilih putra mahkota</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/06/mawar-kasih-sayang.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">mawar kasih sayang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat: Batu Menangis</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/05/01/cerita-rakyat-dari-kalimantan-barat-batu-menangis/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/05/01/cerita-rakyat-dari-kalimantan-barat-batu-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 04:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA RAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Tips untuk Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Sumber:

Rosa, Dea. 2007. Cerita Rakyat 33 Provinsi dari Aceh Sampai Papua. Yogyakarta: Indonesiatera
Batu Menangis
Bagaikan bulan yang elok, tubuh laksana pualam, rumput terurai seperti mayang… itulah umpama yang pantas untuk gadis cantik yang tinggal bersama ibunya yang sederhana di sebuah desa terpencil itu. Semua orang akan mengakuinya saat memandang gadis itu. Tak henti-hentinya ia merias dirinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=298&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber:</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-299" title="kover-depan-smi" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/05/kover-depan-smi.jpg?w=138&#038;h=210" alt="kover-depan-smi" width="138" height="210" /></p>
<p>Rosa, Dea. 2007. <em>Cerita Rakyat 33 Provinsi dari Aceh Sampai Papua</em>. Yogyakarta: <a href="http://indonesiatera.com/" target="_blank">Indonesiatera</a></p>
<h2 style="text-align:center;">Batu Menangis</h2>
<p>Bagaikan bulan yang elok, tubuh laksana pualam, rumput terurai seperti mayang… itulah umpama yang pantas untuk gadis cantik yang tinggal bersama ibunya yang sederhana di sebuah desa terpencil itu. Semua orang akan mengakuinya saat memandang gadis itu. Tak henti-hentinya ia merias dirinya. Cermin di dinding rumahnya tak jemu meski gadis nan elok itu terus memandanginya. Namun mereka terbius kecantikan itulah si gadis ini jadi angkuh dan malas. Ia tak sadar bahwa keelokan yang dikaruniakan Tuhan itu adalah berkah yang harus disyukuri dengan kerendahan hati.</p>
<p>Ibu gadis ini adalah ibu yang lembut, baik hati dan bijak. Ia dengan sabar menemani gadis ini. Ia hanya berharap suatu ketika anak gadisnya menyadari betapa keelokan parasnya tak ada guna apabila hatinya angkuh. Makin sedih  juga sang ibu melihat anaknya yang cantik itu juga pemalas, dan kemauannya harus selalu dituruti meskipun kadang tidak masuk akal. Tetapi sang ibu terus berusaha menuruti apa yang dikehendaki anak gadisnya itu. Di dalam harinya ia berdoa, semoga Tuhan menolong dia menyadarkan anak gadisnya itu. Ibu itu tak punya daya untuk mengubahnya.<span id="more-298"></span></p>
<p>Suatu hari, seperti biasa gadis itu mengurung dirinya di dalam kamarnya. Ia tak mau matahari merusak kulitnya. Ia enggan debu-debu mengotori wajahnya. Ia tak suka orang-orang mencuri kemolekannya.</p>
<p>“Ibu…!”</p>
<p>Gadis itu memanggil ibunya dengan suara keras.</p>
<p>Sang ibu tergopoh menghampiri putrinya.</p>
<p>“Bukankah sudah berulang kali aku bilang bahwa setiap aku bangun ibu harus sudah  menata kamar ini hingga rapi, menyediakan lulur dan air hangat, dan membuatkan minuman sari buah untukku…?” katanya keras dan marah.</p>
<p>Ibunya berusaha sabar, “Bukankah kamu sudah dewasa, anakku. Kau bisa mengerjakan sendiri semua itu.”</p>
<p>“Ibu tahu sendiri, aku sedang sibuk,” jawab gadis itu.</p>
<p>Sang ibu hanya mengelus dada. Hatinya gelisah. Kesibukan mempercantik diri, hanya itulah yang selalu dilakukan putrinya yang pemalas itu.</p>
<p>Suatu hari, sang ibu mencoba untuk membujuk anaknya agar mulai mengubah tabiat buruknya.</p>
<p>“Ibu sudah tua, dan jika ibu dipanggil oleh Tuhan maka Ibu tak khawatir lagi engkau bisa mengurusi dirimu sendiri,” kata ibunya.</p>
<p>“Aku tidak minta kamu jadi ibuku,” ketus sang gadis.</p>
<p>Ibu sungguh sedih mendengarnya.</p>
<p>“Baiklah, Anakku. Ibu hanya memohon agar kamu tidak mengurung diri di rumah. Kenalilah lingkunganmu agar ibu tenang jika suatu saat dipanggil Tuhan,” ujar itu dengan penuh kesabaran.</p>
<p>Hari makin berlalu. Akhirnya sang gadis mau menuruti kehendak ibunya. Ia tidak keberatan untuk ke mana pun bersama ibunya. Ke kepta, ke toko, ke rumah kerabat bahkan hingga belanja ke pasar. Tapi anaknya ini mengajukan syarat bahwa ibunya tak diperbolehkan mengakui di depan umum bahwa ia ibunya. Sebagai seorang ibu tentulah hatinya teriris mendengar itu.</p>
<p>“Oh Tuhan, mengapa untuk mengakui aku ibunya saja dia demikian malu? Mengapa anakku seangkuh itu, ya Tuhan…”</p>
<p>Orang-orang benar-benar tak percaya kedua perempuan itu adalah ibu dan anaknya. Penampilan keduanya alangkah berlawanan. Si putrid begitu mewah, sementara sang ibu teramat bersahaja. Bahkan sang ibu yang tua dengan pakaian yang kusam itu bagaikan seorang pembantu saja layaknya. Apalagi sang putri tak pernah mengizinkan berada di dekatnya. Jika berjalan, sang ibu harus berada di belakangnya.</p>
<p>“Apakah mungkin dia ibunya?”</p>
<p>“Ah mungkin saja bukan?”</p>
<p>“Tapi…”</p>
<p>Orang-orang berbisik-bisik mempergunjingkan hal itu setiap bebrtemu keduanya.</p>
<p>“Bukan! Dia budakku,” kata gadis itu.</p>
<p>Alangkah terlukanya sang ibu mendengar itu. Hatinya menangis dan ia benar-benar tak berdaya menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon kepada Tuhan.</p>
<p>“dengan cara apa Engkau menghukum anak yang sombong dan berhati busuk seperti ini ya Tuhan? Jika dia anak kecil, hambamu pasti mampu memahaminya. Tapi ia sudah dewasa dan memiliki akal. Sungguh hamba tidak bis amengerti,” rintihnya.</p>
<p>Tuhan selalu mendengar jeritan hati hambanya. Apapun yang dikehendaki Tuhan pastilah suatu kebaikan. Maka ketika ia menghukum gadis yang sombong itu, maka Tuhan pasti berkehendak baik untuk umatnya.</p>
<p>Suatu haru gadis itu tiba-tiba berubah menjadi batu karena hatinya yang congkak dank eras. Gadis itu menyadari kesalahannya, tapi terlambat karena hukuman telah menimpanya. Ia pun hanya bisa menangis. Hingga sekarang, batu itu dikenal sebagai “Batu Menangis”.</p>
Posted in CERITA RAKYAT Tagged: anak, Asal-usul, Cerita, CERITA RAKYAT, DONGENG, Kalimantan, Legenda, Tips untuk Orang Tua <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=298&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/05/01/cerita-rakyat-dari-kalimantan-barat-batu-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/05/kover-depan-smi.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">kover-depan-smi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita anak: Anak dalam Cermin</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/30/cerita-anak-anak-dalam-cermin/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/30/cerita-anak-anak-dalam-cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 08:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Enid Blyton]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Sumber:



Blyton, Enid. 2007. Anak dalam Cermin dan Cerita-cerita lain. Jakarta: Gramedia
Anak dalam Cermin
Ronnie mempunyai sifat yang aneh. Kalau teman-temannya datang ke rumahnya, Ronnie tak pernah membiarkan mereka bermain-main dengan mainannya. 
“Apakah benar kau ini, Ronnie!” ucap ibu Ronnie pada suatu hari. “Bukankah kau ingin bermain-main dengan maian Harry kalau kau kebetulan sedang bermain di rumahnya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=293&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><strong>Sumber:</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-296" title="anak-dalam-cermin" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/04/anak-dalam-cermin.jpg?w=146&#038;h=209" alt="anak-dalam-cermin" width="146" height="209" /><br />
</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Blyton, Enid. 2007. <em>Anak dalam Cermin dan Cerita-cerita lain</em>. Jakarta: Gramedia</span></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Anak dalam Cermin</strong></h2>
<p><span lang="EN-US">Ronnie mempunyai sifat yang aneh. Kalau teman-temannya datang ke rumahnya, Ronnie tak pernah membiarkan mereka bermain-main dengan mainannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Apakah benar kau ini, Ronnie!” ucap ibu Ronnie pada suatu hari. “Bukankah kau ingin bermain-main dengan maian Harry kalau kau kebetulan sedang bermain di rumahnya? Juga kalau sedang di rumah Angela—kau ingin meminjam balok susunnya, bukan? Mengapa kau tak memperbolehkan teman-temanmu bermain dengan mainanmu?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Ah,” sahut Ronnie, “aku tak senang jika mainanku dipakai anak lain.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Mudah-mudahan saja kau tak berteman dengan anak yang seperti kau—tak mau meminjamkan mainannya kepadamu!” ujar Ibu pula. “Kalau tidak begitu, kau takkan tahu betapa buruknya sifatmu itu. Kita harus mau membagi apa yang kita miliki bila keadaan memungkinkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ada satu hal yang paling digemari Ronnie—ia sangat suka bercermin! Di kamar ibunya ada sebuah cermin berukuran sangat besar—tingginya sama dengan tinggi ruangan! Ronnie senang sekali berdiri di depannya sambil mengamat-amati segala sesuatu yang terpantul di situ.</span></p>
<p><span id="more-293"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bukan dirinya sendiri yang diamat-amati anak itu, tetapi kamar lain di balik cermin itu. Kamar itu mirip benar dengan kamar ibunya. Meja rias, tempat tidur, jendela, dan pintunya sama dengan yang terdapat di kamar ibunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bila pintu kamar itu dibuka, Ronnie melihat ada kamar anak-anak yang mirip dengan kamarnya sendiri. Tetapi, walaupun kelihatan mirip, rasanya sedikit berbeda. Betapa ingin Ronnie melihat kamar anak-anak yang Nampak sedikit di cermin itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pada suatu hari angan-angan Ronnie terkabul! Ketika Ronnie sedang bersandar pada cermin kesayangannya, tiba-tiba cermin itu seperti terbuka dan Ronnie jatuh ke belakangnya! Ronnie sangat terkejut. Cepat ia berdiri sambil tertawa gembira.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Nah, sekarang aku bisa melihat kamar anak-anak yang sering kulihat di belakang cermin!” ujarnya sambil berlari ke pintu menuju kamar anak-anak yang terlihat di cermin. Ronnie sudah berada di balik cermin sekarang. Hatinya berdebar-debar menantikan apa yang akan dilihatnya di kamar anak-anak itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ternyata, kamar anak itu persis dengan kamarnya sendiri. Di situ terdapat sebuah lemari penuh berisi mainan, sebuah kuda goyang, dan sekotak balok susun. Di atas kursi, ada monyet-monyetan sedang duduk. Monyet <span> </span>itu mirip benar dengan monyet-monyetannya. Sedang di atas bangku, duduk sebuah boneka beruang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tetapi, meskipun sangat mirip dengan mainannya, kelihatannya mainan-mainan yang berada di situ agak berbeda. Ronnie ingin mencoba kuda goyangnnya—sama cepatkan gerakannya dengan kepunyaannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ronnie beranjak hendak naik ke punggung kuda itu. Tetapi, tiba-tiba saja seorang anak berlari-lari masuk. Anak itu berwajah mirip sekali dengan Ronnie. Mereka betul-betul seperti anak kembar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Sedang apa kau di kamarku?” seru anak itu. “Pergi! Jangan naiki kuda goyangku!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Oh—kukira ini kudaku,” sahut Ronnie. Hatinya jengkel pada anak yang pelit itu. “Apa salahnya sih, kalau aku mencoba naik kudamu sekali saja?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Itu bukan kudamu. Itu kudaku!” seru anak tadi sambil menyeret Ronnie turun dari punggung kudanya. “Aku tak mau kudaku ditunggangi orang lain. Pergi kau!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Betapa jahatnya anak ini, piker Ronnie. Ia tinggalkan kuda goyang tadi, dan pergi mendekati lemari mainan. Tampak olehnya ada sebuah lok kereta api bermesin putar di situ. Mirip dengan kepunyaannya. <span> </span>Ronnie ingin mencoba apakah lok kereta api yang inibisa berjalan mengelilingi kamar seperti kepunyaannya. Diputarnya kuncinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tetapi, anak tadi merebutnya. “Jangan bermain dengan lok keretaku. Sudah kukatakan, aku tak senang mainanku dipakai orang lain.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Apa salahnya sih kalau dipinjam sebentar?” kata Ronnie marah. “Sikapmu sama sekali tidak sopan. Aku takkan merusak mainanmu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Kemudian Ronnie memegang boneka beruang dan menggendongnya. Ah, betapa mirip dengan boneka beruangnya sendiri! Lehernya pun berpita biru lusuh seperti boneka beruangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tetapi anak yang satu lagi tak suka melihat Ronnie membelai-belai boneka beruangnya. Ditariknya boneka itu. “Boneka beruangku tak suka digendong orang lain,” katanya. “Berikan dia kepadaku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Oh, kau benar-benar lucu,” Ronnie berkata sambil mempertahankan boneka beruang yang sedang dipegangnya dari rebutan anak tadi. “Aku ingin menggendongnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Jangan,” cegah anak tadi sambil menarik boneka beruangnya dari tangan Ronnie dengan sekuat-kuatnya. Terdengar suara barang sobek—ternyata, sebuah kaki bone itu terlepas! Melihat hal ini anak tadi menjad marah dan menghentak-hentakkan kakinya seperti yang biasa dilakukan Ronnie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Oh, lihatlah! Dasar kau anak bandel! Kaulepaskan kaki boneka beruangku!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Bukan aku yang melepaskannya! Kau sendiri!” seru Ronnie. Hatinya sedih melihat boneka beruang yang kakinya tinggal satu itu. “Baiklah—gendonglah olehmu boneka beruang ini, kalau memang itu maumu. Aku akan melihat-lihat buku. Siapa tahu kau punya buku yang belum kumiliki di rumah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ronnie meraih sebuah buku bergambar—tetapi anak tadi dengan segera merebutnya hingga dua buah halaman buku itu terlepas. “Jangan lihat bukuku. Oh, gara-gara kau dua halaman bukuku jadi terlepas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ronnie marah sekali. Dipukulnya anak laki-laki itu. Sama marahnya, anak itu mengambil tongkat dan berlari mengejar Ronnie. Ronnie ketakutan dan segera berlari menjauhinya. Ia berlari ke luar, menuju ke kamar yang menyerupai kamar ibunya. Anak tadi masih mengejarnya dengan membawa tongkat sambil berteriak-teriak dengan marahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ronnie berlari ke cermin yang berkilau-kilauan di dinding. Ah, betapa inginnya ia menerobos cermin itu supaya cepat jauh dari anak yang pelit, egois, dan pemarah itu. Ronnie melompat ke arah cermin—dan, tiba-tiba saja Ronnie mendapatkan dirinya berada di kamar ibunya, sendirian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tepat pada saat itu ibunya masuk. Beliau melihat Ronnie mengacungkan tinjunya kepada anak laki-laki yang nampaknya berada di balik cermin. Smbil mengacungkan tinjunya, Ronnie berteriak-teriak marah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Ronnie! Mengapa kau berteriak-teriak begitu? Tak tahukah kau bahwa anak yang kaumarahi di cermin itu tak lain adalah dirimu sendiri?” ucap ibunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Dia bukan aku,” sahut Ronnie. “Dia jahat dan pelit! Aku mengunjungi kamarnya melewati cermin ini, Bu—tapi dia tak memperbolehkanku memegang mainannya sama sekali. Naik kuda-kudaannya pun aku tak boleh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Kalau begitu dia persis kau,” kata ibunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Ketika lok kereta apinya kupegang, ia marah-marah dan merebutnya. Begitu juga ketika aku melihat-lihat bukunya dan menggendong boneka beruangnya,” tambah Ronnie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Ya, persis kau!” ujar Ibu sambil tertawa. “Bukankah ibu pernah mengatakan semoga kau bertemu dengan orang yang sifatnya seperti kau, Ronnie? Nah, sekarang kau tahu betapa jeleknya sifatmu. Kau bertemu dengan dirimu sendiri di cermin itu! Sukakah kau kepadanya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Sungguh anak yang di cermin itu diriku sendiri?” tanya Ronnie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Wajahnya memang mirip denganku. Tapi aku tak suka kepadanya. Dia sama sekali tak mau meminjamkan barang yang dimilikinya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">“Kau pun begitu kalau teman-temanmu datang ke sini!” kata Ibu Ronnie. “Hai, jangan menangis, Ronnie! Ibu kira kau baru bermimpi, Nak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tapi, ternyata bukan mimpi! Sebab, ketika Ronnie masuk ke kamarnya sendiri, didapatinya boneka beruangnya berkaki tinggal satu. Di lantai ditemuinya sobekan buku yang dua lembar tadi. Aneh, bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bagaimana pendapatmu—apakah sejak saat itu Ronnie akan mau meminjamkan mainannya kepada teman-temannya yang datang ke rumahnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
Posted in Buku Anak, Cerita Anak Tagged: anak, Anak Kreatif, Buku Anak, Cerita, DONGENG, Enid Blyton, Gramedia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=293&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/30/cerita-anak-anak-dalam-cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/04/anak-dalam-cermin.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">anak-dalam-cermin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian Terakhir)</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-terakhir/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 06:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA RAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu itu Sonta sedang menikmati balas dendamnya dengan senang hati. Sonta merasa gembira karena telah berhasil menyengsarakan pasukan Mataram dari penduduk desa tersebut. Bagi Kyai Keramat yang lagi menikmati istirahatnya, agak terkejut melihat Pangeran Purbaya beserta pengiringnya datang di rumahnya. Pangeran Purbaya memberitahukan bahwa kedatangannya ialah bermaksud memberi tahu bahwa pembuat malapetaka di desa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=287&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada waktu itu Sonta sedang menikmati balas dendamnya dengan senang hati. Sonta merasa gembira karena telah berhasil menyengsarakan pasukan Mataram dari penduduk desa tersebut. Bagi Kyai Keramat yang lagi menikmati istirahatnya, agak terkejut melihat Pangeran Purbaya beserta pengiringnya datang di rumahnya. Pangeran Purbaya memberitahukan bahwa kedatangannya ialah bermaksud memberi tahu bahwa pembuat malapetaka di desa itu adalah Sonta, abdi Kyai Keramat. Tentu saja Kyai Keramat gugup mendengar pemberitahuan dari Pengeran Purbaya. Menurut Kyai Keramat, Sonta itu seorang abdi yang lugu, yang tidak mempunyai keistimewaan.</p>
<p>Mendengar pembicaraan Pangeran Purbaya dengan Kyai Keramat tersebut, Sonta lari meninggalkan rumah Kyai Keramat. Kepergian Sonta itu diketahui Kyai Keramat dari bayang-bayang Sonta. Dikejarnya Sonta. Sesampai di suatu tempat terjadilah adu kekuatan antara Sonta dan Kyai Keramat. Ternyata Sonta itu penyamaran dari Jin Sepanjang. Dan Sonta lebih sakti daripada Kyai Keramat. Maka tewaslah Kyai Keramat. Sedang Raja Jin Sepanjang atau Sonta kabur meninggalkan tempat itu.</p>
<p>Pangeran Purbaya mengetahui perkelahian antara dua orang sakti tersebut, tidak dapat mencegahnya. Akhirnya jenazah Kyai Keramat dimakamkan di tempat perkelahian itu. Dan tempat tersebut sampai sekarang dinamai Desa Keramat.</p>
<p>Nyai Bogem melihat mayat suaminya, marahlah ia mengejar Sonta yang melarikan diri ke arah timur.</p>
<p>Ternyata Nyai Bogem dapat mengejar Sonta di suatu tempat. Terjadilah pertempuran antara Sonta dan Nyai Bogem. Karena kesaktian Sonta yang tidak tertandingi, tewaslah Nyai Bogem.<span id="more-287"></span></p>
<p>Pangeran Purbaya memerintahkan agar mayat Nyai Bogem dimakamkan di tempat pertempuran itu. Sampai sekarang tempat tersebut dinamai Desa Bogeman.</p>
<p>Melihat peristiwa beruntun, yaitu kematian Kyai Keramat dan Nyai Bogem maka Pangeran Purbaya memerintahkan Tumenggung Mertoyuda untuk membinasakan Sonta. Dalam pertempuran antara Sonta dan Tumenggung Mertoyuda, ternyata Sontalah yang unggul dalam pertempuran tersebut. Tewaslah Tumenggung Mertoyuda. Kemudian Pangeran Purbaya, memerintahkan agar jenazah Mertoyuda dimakamkan di tempat pertempuran tersebut. Maka desa tersebut dinamai Mertoyuda.</p>
<p>Kematian demi kematian terjadi, sampai Tumenggung Mertoyuda bernasib naas di tangan Sonta. Hal itu membuat perasaan Raden Krincing tersinggung sebagai salah satu Senopati andalah kerajaan Mataram. Raden Krincing bersikeras ingin membinasakan Sonta. Pertempuran terjadi, Sonta tidak dapat dikalahkan. Tewaslah Raden Krincing.</p>
<p>Pangeran Purbaya sedih hatinya  melihat kejadian tersebut. Untuk mengenang jasa Raden Krincing, Pangeran Purbaya memerintahkan jenazahnya dimakamkan di tempat itu. Dan tempat tersebut dinamai Desa Krincing hingga kini.</p>
<p>Berbagai kejadian yang dialami dan dilihat Pangeram Purbaya, membuat Pangeran Purbaya marah besar. Kemudian Pangeran Purbaya memerintahkan pasukannya untuk membinasakan Sonta.</p>
<p>Dengan segala kekuatan, Sonta terus menghindar masuk dalam hutan. Meskipun Sonta menghindar, pasukan Mataram terus melacaknya.</p>
<p>Dengan menakjubkan Pangeran Purbaya bisa melihat Sonta dari ketinggian pohon besar. Dihajarnya Sonta hingga jajtuh terjerembab ke tanah. Pertempuran hebat terjadi. Ternyata Pangeran Purbaya memiliki kesaktian yang lebih hebat dari Sonta. Tatkala Sonta tewas, kemudian menjelma kembali menjadi Raja Jin Sepanjang. Oleh Pangeran Purbaya, daerah pertempuran itu dinamakan Desa Santan.</p>
<p>Jin Sepanjang terus didesak oleh bala tentara Mataram. Timbullah pertempuran lagi yang sangat dasyat. Akhirnya Jin Sepanjang tewas oleh Pangeran  Purbaya. Tiba-tiba hutan menjadi gelap semua bersamaan dengan matinya Jin Sepanjang. Sedikit semi sedikit hutan yang semula gelap menjadi terang kembali bersama dengan hilangnya Jin Sepanjang.</p>
<p>Hilang Jin Sepanjang kemudian menjadi sebatang tombak. Pangeran Purbaya tidak berminat memiliki tombak bertuah karena jelmaan dari Jin Sepanjang yang berwatak tidak baik.</p>
<p>Kemudian Pangeran Purbaya memerintahkan prajurit untuk memanam tombak tersebut di tempat itu juga. Tempat tersebut dinamai Desa Sepanjang.</p>
<p>Ketika pengepungan yang dilakukan pasukan Mataram terjadi Sonta dan karena rapatnya maka dikatakan &#8220;tepung gelang&#8221;, karena mengepung rapat seperti gelang.</p>
<p>Pangeran Purbaya menyebut tempat terjadinya pengepungan bernama &#8220;Magelang&#8221;. Sekarang menjadi kota dagang yang maju dengan nama &#8220;Magelang&#8221;.</p>
<p><a href="http://paskalina.wordpress.com/2009/02/11/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang/" target="_blank">BAGIAN 1 </a></p>
<p><a href="http://paskalina.wordpress.com/2009/02/13/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-2/" target="_blank">BAGIAN 2</a></p>
<p><a href="http://paskalina.wordpress.com/2009/02/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-3/" target="_blank">BAGIAN 3</a></p>
Posted in CERITA RAKYAT, Uncategorized Tagged: anak, Asal-usul, Cerita, CERITA RAKYAT, DONGENG, Legenda, Magelang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=287&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/04/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/14/resensi-buku-kreasi-daur-ulang-kardus-kemasan/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/14/resensi-buku-kreasi-daur-ulang-kardus-kemasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 05:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[PENGETAHUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan
Penulis :  Hanna Paluzi
Genre : Keterampilan Anak
Penerbit :  Tiga Serangkai
Terbit :  2007
Tebal : 28 hlm
ISBN : 978-979-018-125-0
 

Kardus kemasan minuman, kardus sepatu, kardus kemasan pasta gigi, kardus kemasan sabun, dan kotak-kotak kardus lainnya dapat disulap menjadi benda hias, benda mainan, dan benda praktis. Bagaimana kalau yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=247&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Judul<span> </span>: <em><strong>Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan</strong></em><img class="alignright size-medium wp-image-249" title="kardus-kemasan" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/03/kardus-kemasan.jpg?w=131&#038;h=168" alt="kardus-kemasan" width="131" height="168" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Penulis<span> </span>: <span> </span>Hanna Paluzi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Genre<span> </span>:<span> </span>Keterampilan Anak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Penerbit<span> </span>: <span> </span>Tiga Serangkai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Terbit<span> </span>: <span> </span>2007</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tebal<span> </span>: 28 hlm</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ISBN<span> </span>: 978-979-018-125-0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kardus kemasan minuman, kardus sepatu, kardus kemasan pasta gigi, kardus kemasan sabun, dan kotak-kotak kardus lainnya dapat disulap menjadi benda hias, benda mainan, dan benda praktis. Bagaimana kalau yang menyulap adalah anak-anak Anda?</span></p>
<p><span id="more-247"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Buku <em>Kreasi Daur Ulang Kardus Kemasan</em>, mengajak putra dan putri Anda menjadi anak yang kreatif. Selain itu juga dapat membantu anak-anak Anda berkreasi dan mengembangkan imajinasi mereka dari ide dan bahan lain yang ditemukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kardus kemasan minuman dapat disulap menjadi akuarium mini dan tempat sabun. Kardus kemasan pasta gigi anak dapat disulap menjadi bingkai 3 D (tiga dimensi). Kardus kemasan sabun mandi dapat disulap menjadi nampan pernik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dalam buku ini disajikan cara pembuatan dengan foto-foto yang jelas sehingga mudah diikuti oleh anak-anak. Buku ini juga tidak hadir sendirian, masih ada 5 buku <strong>Kreasi Daur Ulang</strong> yang lebih kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tunggu apa lagi, jadikan buku ini salah satu koleksi keluarga Anda. Ayo, ajak anak-anak Anda berkreasi! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;text-align:right;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dapat dibaca juga di <a href="http://www.wisata-buku.com/">www.wisata-buku.com</a></span></p>
Posted in Buku Anak Tagged: anak, Anak Kreatif, Buku Anak, Keterampilan Anak, PENGETAHUAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=247&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/14/resensi-buku-kreasi-daur-ulang-kardus-kemasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/03/kardus-kemasan.jpg?w=235" medium="image">
			<media:title type="html">kardus-kemasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/07/resensi-buku-tuan-lokomotif-dan-dongeng-dongeng-lain/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/07/resensi-buku-tuan-lokomotif-dan-dongeng-dongeng-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 01:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[PENGETAHUAN]]></category>
		<category><![CDATA[Renny Yaniar]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips untuk Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain
Penulis : Renny Yaniar
Penerbit : Pustaka Riang
Tahun terbit : 2008
Genre : Dongeng
Tebal : 64 halaman
ISBN : -
 
Lagi-lagi pantas diucapkan profisiat untuk Renny Yaniar. Setelah buku cerita anak Perjalanan Para Lobster, Renny kembali memberikan buku gratis untuk anak indonesia. Buku itu berjudul Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain.
Buku ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=242&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Judul Buku<span> </span>:<span> </span><em>Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain<img class="alignright size-medium wp-image-245" title="tuan-lokomotif-depan" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/03/tuan-lokomotif-depan.jpg?w=121&#038;h=185" alt="tuan-lokomotif-depan" width="121" height="185" /></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Penulis<span> </span>:<span> </span>Renny Yaniar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Penerbit<span> </span>:<span> </span>Pustaka Riang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tahun terbit<span> </span>:<span> </span>2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Genre<span> </span>:<span> </span>Dongeng</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tebal<span> </span>:<span> </span>64 halaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">ISBN<span> </span>: -</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Lagi-lagi pantas diucapkan profisiat untuk Renny Yaniar. Setelah buku cerita anak <em>Perjalanan Para Lobster,</em> Renny kembali memberikan buku gratis untuk anak indonesia. Buku itu berjudul <em>Tuan Lokomotif dan Dongeng-dongeng Lain</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Buku ini memuat 5 dongeng yang isi ceritanya sangat menarik. Meski buku ini ditujukan untuk anak-anak, orang dewasa juga patut sekali membaca buku dongeng ini. Mengapa demikian? Karena pesan yang tercermin dalam dongeng-dongeng ini bersifat universal. Misalnya, pada dongeng yang berjudul ”Penjual Buah dan Wanita Tua”. </span></p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam dongeng itu dikisahkan tentang penjual buah bernama Lingga yang dagangannya tidak laku. Ibu Lingga sangat khawatir dengan keadaan itu. Ibu Lingga menyamar menjadi salah seorang pembeli buah di kios buah milik Lingga. Diketahuilah oleh Ibu Lingga penyebab dagangan anaknya tidak laku. Ternyata, sikap Lingga-lah yang membuat dagangannya tidak laku. Lingga bersikap acuh tak acuh dan ketus pada setiap pembeli. Hal ini membuat pembeli tidak ingin membeli buah pada Lingga. Ibu Lingga menasihati anaknya supaya merubah sikapnya kalau ingin jualannya laku. Akhir cerita, Lingga telah merubah sikapnya. Kios buah milik Lingga ramai dipadati pembeli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Cerita dongeng ini memang sederhana tapi di dalam nya mengandung nilai-nilai yang luhur. Sikap acuh tak acuh pada orang lain tentu pernah kita lakukan. Dan, kita tidak menyadari bahwa sikap kita itu akan merugikan diri kita sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bagi orang tua, buku dongeng dapat menjadi penyampaian nilai-nilai moral pada anak. Mungkin saat ini jarang ada orang tua yang memberikan dongeng sebelum bagi anak-anak mereka. Tetapi, percaya atau tidak, kegiatan mendongeng orang tua pada anak dapat meningkatkan kualitas hubungan dan komunikasi antara anak dan orang tuanya. Buku dongeng ini atau buku dongeng lain dapat membantu orang tua untuk mendongeng pada anak-anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:4pt;text-align:right;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dapat dibaca juga di <a href="http://www.wisata-buku.com/">www.wisata-buku.com</a></span></p>
Posted in Buku Anak Tagged: anak, Cerita, DONGENG, Gratis, PENGETAHUAN, Renny Yaniar, Resensi, Tips untuk Orang Tua <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=242&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/03/07/resensi-buku-tuan-lokomotif-dan-dongeng-dongeng-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/03/tuan-lokomotif-depan.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">tuan-lokomotif-depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 3)</title>
		<link>http://paskalina.wordpress.com/2009/02/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-3/</link>
		<comments>http://paskalina.wordpress.com/2009/02/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 05:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paskalina</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA RAKYAT]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Asal-usul]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[DONGENG]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Moral]]></category>
		<category><![CDATA[PENGETAHUAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paskalina.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Larilah Rara Rambat menuju rumahnya. Peristiwa tersebut diceritakan kepada orang tuanya yaitu Kyai Keramat dan Nyai Bogem. Kedua orang tuanya gembira sekali mendengar kejadian yang diceritakan anaknya.
Melihat Rara Rambat lari meninggalkannya, Raden Kuning mengikuti dari belakang. Sampailah Raden Kuning di rumah orang tua Rara Rambat.
Waktu bertemu dengan orang tua Rara Rambat, mereka saling memperkenalkan diri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=217&subd=paskalina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Larilah Rara Rambat menuju rumahnya. Peristiwa tersebut diceritakan kepada orang tuanya yaitu Kyai Keramat dan Nyai Bogem. Kedua orang tuanya gembira sekali<span> </span>mendengar kejadian yang diceritakan anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melihat Rara Rambat lari meninggalkannya, Raden Kuning mengikuti dari belakang. Sampailah Raden Kuning di rumah orang tua Rara Rambat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Waktu bertemu dengan orang tua Rara Rambat, mereka saling memperkenalkan diri. Tak lama kemudian, Raden Kuning meyatakan maksudnya untuk meminang Rara Rambar. Orang tua Rara Rambat senang sekali mendengar maksud Raden Kuning untuk meminang anaknya. Mereka sangat gembira akan mempunyai menantu seorang pangeran dari Kerajaan Mataram.</p>
<p><span id="more-217"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesudah pernikahan dilangsungkan Mataram berhasil memporak-porandakan kerajaan Jin yang bersemayam di Hutan Kedu. Raja Jin Sepanjang berusaha membalas dendam. Dicarinya jalan bagaimana ia dapat menggempur pasukan kerajaan Mataram.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Raja Jin Sepanjang mempunyai cara dengan menyamar sebagai manusia dengan nama Sonta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sonta pergi ke rumah Kyai Keramat untuk dapat mengabdi kepadanya. Tentu saja Kyai Keramat menerimanya. Ia tidak melihat sikap keangkuhan Sonta. Dan juga tidak diketahuinya bahwa Sonta itu jelmaan Jin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Senang hati Sonta dikabulkan permintaannya. Niat jahat Sonta untuk membalas dendam mulai dilaksanakan. Dengan kesaktiannya, ia menyebarkan penyakit, sehingga muncullah wabah di desa tersebut. Kesengsaraan rakyat di desa itu tak terperikan, juga menimpa pasukan Mataram. Banyak penduduk menjadi sedih dan meninggal. Bahkan pasukan tentara Mataram banyak yang meninggal dunia karena terserang wabah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya malapetaka yang melanda pedesaan tersebut diketahui juga oleh Pangeran Purbaya. Gelisahlah hari Pangeran Purbaya. Maka melaporlah Pangeran Purbaya kepada Panembahan Senopati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah mendengar laporan dari Pangeran Purbaya, Panembahan<span> </span>Senopati meninggalkan singgasana menuju ke kamar pertapaannya. Di tempat tersebut Panembahan Senopati mengadakan kontak dengan Nyai Roro Kidul dan minta nasihat apa yang perlu dilakukan setelah terjadi malapetaka di desa tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesudah selesai bertapa, keluarlah Panembahan Senopati menyampaikan nasihat yang diterima dari Nyai Roro Kidul kepada Pangeran Purbaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em>~BERSAMBUNG~</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-234" title="cerita-rakyat-jawa-tengah-depan2" src="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/02/cerita-rakyat-jawa-tengah-depan2.jpg?w=134&#038;h=201" alt="cerita-rakyat-jawa-tengah-depan2" width="134" height="201" /></p>
<p>Sumber:</p>
<p style="padding-left:30px;">Sudiati, V., dan Sujiati. 2002. <em>Ulasan Cerita Rakyat Jawa Tengah</em>. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.</p>
Posted in CERITA RAKYAT Tagged: anak, Asal-usul, Cerita, CERITA RAKYAT, DONGENG, Legenda, Magelang, Moral, PENGETAHUAN <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paskalina.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paskalina.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paskalina.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paskalina.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paskalina.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paskalina.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paskalina.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paskalina.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paskalina.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paskalina.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paskalina.wordpress.com&blog=5422725&post=217&subd=paskalina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paskalina.wordpress.com/2009/02/28/cerita-rakyat-jawa-tengah-terjadinya-kota-magelang-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c605ee0e9a9c28681366105e374eed8b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">canting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paskalina.files.wordpress.com/2009/02/cerita-rakyat-jawa-tengah-depan2.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">cerita-rakyat-jawa-tengah-depan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>