12
Jun
Oleh paskalina pada Buku Anak. Ditandai:anak, Anak Kreatif, Cerita, DONGENG, Gramedia, Keterampilan Anak, Moral, PENGETAHUAN, Renny Yaniar, Resensi, Tips untuk Orang Tua. Tinggalkan sebuah Komentar
Judul Buku : Mewarnai Dongeng~Mawar Kasih Sayang
Penulis : Renny Yaniar
Penerbit : Gramedia
Tahun terbit : 2008
Jenis : Dongeng Anak
Tebal : 24 halaman
ISBN : 978-979-22-3702-3
Kegiatan mewarnai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak. Kegiatan ini tidak saja dapat mengisi waktu kosong anak, tetapi juga sebagai aktualisasi diri anak dalam bidang seni. Melalui kegiatan mewarnai anak bisa belajar membeda-bedakan warna yang satu dengan warna yang lain. Anak juga menjadi terlatih untuk memadu-madukan warna. Kemampuan memadukan warna ini akan membantu si anak dalam berkreasi seiring dengan perkembangan usia mereka.
Media apa yang bisa Anda gunakan untuk mengajak anak melakukan kegiatan mewarnai? Buku mewarnai tentunya bisa menjadi pilihan untuk mengajak anak berkreasi dengan warna.
Dalam buku Mewarnai Dongeng: Mawar Kasih Sayang, anak tidak saja melakukan kegiatan mewarnai, tetapi juga kegiatan membaca dongeng. Sebelum orang tua membimbing anak untuk mewarnai, orang tua bisa membacakan dongengnya terlebih dahulu. Dalam dongeng terkandung pesan-pesan moral yang juga dapat bermanfaat untuk kehidupan moral anak.
Tunggu apa lagi, lakukan dua kegiatan yang menyenangkan bersama anak Anda bersama buku ini.
3
Jun
Oleh paskalina pada Buku Anak. Ditandai:anak, Anak Kreatif, Cerita, CERITA RAKYAT, Moral, PENGETAHUAN, Renny Yaniar. 1 Komentar
Buku-buku kiriman dari Mbak Renny Yaniar
Klik gambarnya dan baca resensinya


1
Mei
Oleh paskalina pada CERITA RAKYAT. Ditandai:anak, Asal-usul, Cerita, CERITA RAKYAT, DONGENG, Kalimantan, Legenda, Tips untuk Orang Tua. & Komentar
Sumber:

Rosa, Dea. 2007. Cerita Rakyat 33 Provinsi dari Aceh Sampai Papua. Yogyakarta: Indonesiatera
Batu Menangis
Bagaikan bulan yang elok, tubuh laksana pualam, rumput terurai seperti mayang… itulah umpama yang pantas untuk gadis cantik yang tinggal bersama ibunya yang sederhana di sebuah desa terpencil itu. Semua orang akan mengakuinya saat memandang gadis itu. Tak henti-hentinya ia merias dirinya. Cermin di dinding rumahnya tak jemu meski gadis nan elok itu terus memandanginya. Namun mereka terbius kecantikan itulah si gadis ini jadi angkuh dan malas. Ia tak sadar bahwa keelokan yang dikaruniakan Tuhan itu adalah berkah yang harus disyukuri dengan kerendahan hati.
Ibu gadis ini adalah ibu yang lembut, baik hati dan bijak. Ia dengan sabar menemani gadis ini. Ia hanya berharap suatu ketika anak gadisnya menyadari betapa keelokan parasnya tak ada guna apabila hatinya angkuh. Makin sedih juga sang ibu melihat anaknya yang cantik itu juga pemalas, dan kemauannya harus selalu dituruti meskipun kadang tidak masuk akal. Tetapi sang ibu terus berusaha menuruti apa yang dikehendaki anak gadisnya itu. Di dalam harinya ia berdoa, semoga Tuhan menolong dia menyadarkan anak gadisnya itu. Ibu itu tak punya daya untuk mengubahnya. Lanjutkan membaca
Komentar