Posted in Book Review, Kabar_kabari, Paskalina Oktavianawati, PENGETAHUAN, Resensi buku

Book review: Merintis Usaha di Usia Muda

Merintis Usaha di Usia Muda

 

Judul               :      Rintis Usaha Sendiri, Yuk!
Penulis            :      Cheryl Tanuwijaya
Penerbit           :      Citta Media
Terbit              :      Juni 2011
Tebal               :      118 halaman
Harga              :      Rp 32.500,00

 

Di zaman yang serba mahal dan canggih ini, kita tidak bisa berdiam diri saja menunggu keberuntungan yang diturunkan oleh Tuhan. Kita harus terus belajar dan berusaha mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan yang kita miliki. Salah satunya adalah kemampuan merintis usaha sendiri. Merintis usaha? Mungkin di antara kita akan berujar, memangnya mudah merintis usaha sendiri.

Merintis usaha itu ternyata mudah. Ini sudah dibuktikan oleh Cheryl Tanuwijaya. Saat Cheryl masih duduk di SMA, dia menekuni bisnis logam mulia. Wow, mungkin sebagian dari kita berdecak, tetapi inilah realita, anak SMA juga bisa berbisnis logam mulia yang harganya bisa selangit.

Berdasarkan pengalamannya menekuni bisnis logam mulia, ia menuangkan pengalamannya merintis usaha sendiri melalui buku perdananya Rintis Usaha Sendiri, Yuk!. Melalui buku ini ia ingin mengajak remaja-remaja seusianya untuk mengubah kebiasaan remaja yang hanya bisa menadahkan tangan pada orang tua untuk memenuhi uang jajan.

Kita tentu sepakat bahwa dengan banyaknya pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan lapangan pekerjaan yang banyak. Dan, dengan adanya buku ini patut kita acungi jempol. Mengapa? Buku ini mengajak remaja untuk berubah ke arah yang lebih baik, lebih kreatif, dan lebih berani berinovasi. Remaja tidak lagi berangan-angan untuk bekerja di perusahaan A atau perusahaan B, kantor A atau kantor B. Angan-angan remaja adalah usaha apa yang bisa diciptakan untuk masa persiapan di masa depan. Hal ini akan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga secara otomatis pengangguran dapat dikurangi.

Tugas utama seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah adalah belajar, demikian pula tugas remaja yang duduk di bangku kuliah. Tetapi tidak ada larangan untuk remaja berkreasi dan berinovasi menciptakan usaha, bukan? Peluang-peluang usaha yang bisa dijalani oleh remaja yang masih berstatus sekolah atau kuliah, di antaranya memanfaatkan hobi yang dimiliki oleh remaja itu sendiri. Misalnya, seorang remaja memiliki hobi membaca, secara otomatis dia pasti memiliki koleksi buku bacaan yang sangat banyak. Hobi membaca ini dapat dijadikan peluang usaha perpustakaan atau rental buku. Contoh lain hobi menggambar atau melukis. Hobi ini juga bisa dijadikan peluang usaha yang menguntungkan, seperti Andina Nabila Irvani dari hobinya melukis bisa membuat usaha sepatu lukis dengan brand bernama Spotlight.

Merintis usaha di usia muda bisa dilakukan oleh semua remaja, asalkan mereka tahu cara dan jalan yang benar. Memang ada pepatah mengatakan “Banyak jalan menuju Roma”, tetapi setiap jalan yang dipilih haruslah sesuai dan tidak salah langkah. Dalam buku Rintis Usaha Sendiri, Yuk!, Cheryl menyebutkan ada komposisi bisnis untuk merintis usaha, yaitu kemauan, kreatif, promosi, dan bersyukur pada Sang Pencipta.

Kemauan adalah hal terpenting ketika kita akan melakukan usaha. Meskipun kita memiliki kepintaran dan modal uang yang cukup, tanpa adanya kemauan, semuanya akan sia-sia belaka. Tepat apabila dikatakan “Modal bisa dicari, tetapi kemauan harus diperjuangkan”. Oleh karena itu, Cheryl menempatkan kemauan sebagai komposisi pertama dalam bisnis.

Ketika kita mulai merintis usaha sendiri, tidak selalu berakhir dengan kesuksesan, adakalanya kita harus mengalami kegagalan dan menghadapi kendala-kendala. Jangan jadikan kegagalan dan kendala itu sebagai nilai negatif, tetapi jadikan kegagalan dan kendala itu nilai positif untuk pemicu supaya kita semakin kreatif dan cerdas menyelesaikan masalah.

Buku Rintis Usaha Sendiri, Yuk! patut kita apresiasi dengan beberapa alasan. Pertama, buku ini ditulis oleh seorang remaja dan diperuntukkan dengan remaja, sehingga buku ini tidak menggurui siapa saja yang membacanya. Buku ini memberikan gambaran nyata tentang remaja dan segala lika-likunya untuk mewujudkan kemandirian diri dan kemandirian finansial. Kedua, buku ini mengajak kita semua untuk mengubah mindset, bahwa kemandirian finansial bisa dimulai sejak dini. Kita tidak perlu menunggu usia 30 tahun untuk sukses. Dimulai sekarang pun jika punya kemauan, pasti bisa kesuksesan bisa dicapai.

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, Editor dan Penulis yang tinggal di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s