Calon Novelku: Taman Bacaan di Atas Bukit

Taman Bacaan di Atas Bukit

Karya Paskalina Oktavianawati

Bagian I Wisata Alam

“Selamat pagi, Puske,” sapa Neya pada kucing putih yang mengeong di pojok kamar Neya.

“Hari ini aku akan pergi berwisata alam bersama teman-teman. Yah, sayangnya aku tidak bisa mengajakmu, Puske. Kamu tunggu aku di rumah ya.” Puske hanya mengeong mendengar ucapan Neya sambil sesekali menjilat kakinya.

Neya sudah mempersiapkan perlengkapan yang dibawa sejak semalam. Mama membantu Neya merapikan ransel yang barang-barang apa saja yang perlu dibawa. Neya membawa pakaian ganti, sarung tangan, jaket, selimut, makanan ringan, sebotol minuman, senter, sandal jepit, syal, perlengkapan mandi, dan yang pasti  tak akan ketinggalan dua buah novel.

Wisata alam yang diadakan sekolah Neya berlangsung tiga hari dua malam, bertempat di Kabupaten  Sukabumi. Sukabumi itu daerah dingin, jadi Mama Neya mengharuskan Neya membawa perlengkapan baju hangat banyaaaaaaaakkkk sekali.

“Neya, mobil jemputannya sudah datang,” seru Mama dari luar. Neya yang masih ada di dalam kamar langsung menyambar tas ranselnya. Tak lupa Neya pamitan pada Puske. “Puske, Neya pergi ya.” kata Neya sambil mengelus kepala puske. Puske membalas dengan mengeong, “meong meong meong”.

Di depan rumah Neya sudah menunggu bus jemputan sekolah. Neya pamitan pada Mama, “Mama, Neya pergi.”

“Hati-hati, Sayang. Inget pesen Mama, Neya tidak boleh pergi-pergi sendiri. Selalu bergabung dengan rombongan.”

“Iya, Ma,” jawab Neya sambil mencium tangan Mama.

***

Bus jemputan sekolah sudah sampai di gerbang sekolah. Semua anak-anak tampak ceria. Demikian juga dengan Neya. Hmmm, dia sangat senang sehari. Karena hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu semua murid SD Harapan Mulia sejak 4 bulan yang lalu.

Halaman SD Harapan penuh sesak. Neya mencari-cari seseorang. Ketika sedang celingukan, seseorang menepuk pundak.

“Hai, Neya..” sapa Meli.

“Huh, dicariin dari tadi, malah ngagetin deh,” sahut Neya. Meli jadi cekikikan melihat Neya yang kaget.

“Maaf…” kata Meli memohon.

“Oke, oke, ayo kita ke kelas,” ajak Neya.

Neya dan Meli serta murid-murid menuju ke kelas untuk mendapat pengarahan dari guru pembimbing tentang wisata alam yang akan dilaksanakan.

Guru pembimbing memeriksa perlengkapan setiap peserta wisata alam. Neya dan Meli mengeluarkan semua perlengkapan yang mereka bawa di atas meja. Perlengkapan yang dibawa Neya dan Meli sesuai dengan instruksi dari guru pembimbing.

Usai guru pembimbing memeriksa perlengkapan, semua peserta wisata alam membereskan dan memasukkan kembali ke dalam tas masing-masing. Kemudian, guru pembimbing mengumumkan pembagian bus.

***

Neya dan Mela duduk satu bangku di bus. Neya membuka perbekalan makanan, dan membaginya dengan Mela.

“Wah, enak sekali kue,  ini pasti buatan mamamu,” kata Mela begitu menikmati kue dari Neya.

“Iya, ini buatan mamaku,” jawab Neya.

Bukan hanya Neya dan Mela yang membuka perbekalan, teman-teman mereka juga membuka perbekalan masing-masing. Ada pula yang bernyanyi, bersenda-gurau, tak ketinggalan yang tertidur juga ada.

Bus melaju dengan kecepatan sedang. Gedung-gedung bertingkat sudah tidak tampak lagi di kanan kiri jalan. Bus sudah memasuki daerah pegunungan. Sepanjang perjalanan tampak pohon-pohon dan hamparan hijau sawah pertani.

(Bersambung)