Ide menulis dari menulis

Ide menulis bisa diperoleh dari menulis

Saat saya sudah mendapatkan ide menulis, saya akan segera menulis outline atau kerangka tulisan. Satu, dua, tiga, .. kerangka sudah tersusun. Mulailah saya menulis.

Saat menulis sudah berjalan, lembar demi lembar dihasilkan, tiba-tiba muncul ide menulis lain. Itu sangat biasa saya alami. Karena tertariknya pada ide menulis yang baru saja muncul, kadang saya tidak segan-segan menghentikan tulisan saya, dan mulai membuat tulisan dengan ide baru. Ini bisa menjadi masalah 😦

Ada kelemahan dalam proses menuliskan ide menjadi tulisan yang saya lakukan ini. Saking banyaknya ide yang muncul, tulisan malah jadi tidak selesai. Sedang menulis, muncul ide, pindah menulis ke ide baru, belum selesai, pindah lagi ke ide baru hahaaaa kapan selesainya???

Ide menulis yang diperoleh saat menulis, memang harus langsung ditulis supaya tidak lupa. TAPI jangan keterusan mengumpulkan ide, selesaikan satu ide tulisan yang sudah matang. Matang dalam arti outline/kerangka sudah dibuat dan sudah jelas arah tulisannya.

Saat sedang menulis, sudah mendapatkan separoh tulisan dari target halaman. Tiba-tiba muncul ide menulis baru. Bagi saya kemunculan ide baru ini membuat saya bersemangat sekali menulis, bersemangat menulis ide baru, dan jadi merasa jenuh dengan tulisan yang hampir selesai. Ini bisa menjadi masalah alias naskah jadi ga selesai.

JADI:

  1. Ide menulis itu bisa kita peroleh di mana saja dan kapan saja
  2. Segera tulis jika mendapatkan ide tulisan
  3. Jangan terburu-buru membuat kerangka tulisan dari ide tulisan yang baru saja diperoleh, karena kita harus memikirkan kembali apakah ide itu bener2 baik untuk ditulis atau tidak. Baik dalam arti ide tulisan itu bisa menjadi tulisan yang bernilai jual.
  4. Menulislah dengan panduan outline atau kerangka, supaya tulisan tidak meluber ke mana-mana atau supaya tulisan tidak menjadi kering kerontang.
  5. Selesaikan tulisan hingga ke bagian akhir, jangan ditunda atau dipotong dengan menulis ide lain. Jika tidak bisa dilakukan, gunakan skala prioritas. Bagi yang mempunyai kemampuan multi-job-writer, hal ini tidak menjadi masalah.