30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

 

Iklan