Puisi Ibu

Ibu

Ibu

Siapa ibuku

Ibu yang menyayangiku

   sepanjang waktu

Ibu yang mengasihiku

   sepanjang waktu

Ibu yang mengajariku

   saat aku tidak bisa

Ibu yang membelaku

   saat aku disakiti

Ibu yang memarahiku

   saat aku salah langkah

Ibu yang mengingatkanku

   saat aku tersesat
Tak penting dia siapa

Dia ibuku

Tak penting dia bagaimana

Dia ibuku

Tak penting dia ibu angkat/kandung

Dia ibuku

Tak penting dia seperti apa

Dia ibuku
Kemarahannya adalah kesalahanku

Kesuksesanku adalah peluhnya

Keberhasilanku adalah doanya
Ibu

Ibu

Ibu
Bojonegoro, 27 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#day12 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #puisi #ibu
Sumber gbr: amiracarluccio.com

Iklan

Manfaat Mendongeng Bagi Anak

​#day11 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #mendongeng

Dongeng disukai oleh anak-anak. Apalagi jika orangtua yang mendongengkannya untuk anak. 

Dongeng tidak harus dibacakan sebelum tidur. Kapan pun kesempatan yang ada, orangtua bisa membacakan dongeng untuk anak. Memang, waktu yang paling tepat adalah menjelang tidur karena saat itu keadaan otak sedang santai sehingga bisa dengan mudah menerima pesan-pesan kebaikan.
Berikut ini 3 manfaat mendongeng yang bisa saya sampaikan.

(1) Anak Menjadi Lebih Dekat dengan Orangtua

Dongeng yang dibacakan orangtua kepada anaknya akan semakin mendekatkan anak dengan orangtuanya. Apalagi bagi orangtua yang bekerja. Setelah seharian bekerja sehingga tidak menemani anak, kegiatan dongeng sebelum tidur, baik dilakukan dan menyenangkan bagi anak. Meski hanya lima menit, anak sudah merasa diperhatikan. Dan keesokan harinya, anak pasti akan meminta didongengkan lagi.

Kedekatan orangtua dan anak amatlah penting. Kedekatan ini menjadikan anak bisa terbuka pada. orangtua, anak berani bercerita pada orangtuanya. Ketika sedang mendongeng orangtua biss menyisipkan pesan moral yang bermuatan karakter positif untuk anak. Orangtua juga bisa bertanya atau meminta anak bercerita tentang pengalaman yang dialami anak.

Semakin sering dibacakan dongeng, niscaya kedekatan orangtua dan anak pasti akan semakin erat.

(2) Mengingat Lebih Lama

Mendongeng baik dilakukan sebelum tidur malam, karena ketika menjelang tidur malam, otak dalam keadaan santai. Keadaan tersebut membuat otak dapat mengingat dengan mudah dan mengingat lebih lama. Oleh karena itu, pesan-pesan moral juga biss teringat lebih lama pada diri anak kini hingga dewasa nanti.

(3) Memancing Anak Gemar Membaca

Mendengarkan dongeng itu menyenangkan. Apalagi dongeng dibacakan oleh ayah atau ibu. Namun, bagi anak yang sudah bisa membaca, akan muncul keingintahuan membaca dongeng lebih banyak karena penasaran dengan cerita yang dibacakan dari buku. Jadi, secara tidak langsung, kegiatan mendongeng cerita dari buku bisa memancing anak gemar membaca.

26 Juni 2017

#paskalinaaskalin #sayamenulis #sayapenulis

Selalu Ada Ketika Lebaran

​#day10 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ketika Lebaran tiba, beberapa hal unik yang saya temukan adalah:

1. Mudik

Lebaran identik dengan mudik. Ketika Lebaran tiba bagi mereka yang merantau di kota lain akan segera merencanakan mudik ke kampung halaman. Mudik menjadi kesempatan untuk pulang bagi siapa saja yang jauh dari rumah orangtua.


2. Angpau

Angpau adalah amplop kecil yang diisi uang untuk hadiah. Pemberian angpau ini adat kebiasaan pada Tahun Baru Cina yang sudah diadopsi oleh siapa saja yang mau memberikan hadiah. Pada hari raya Lebaran mereka yang telah bekerja akan memberikan angpau pada keponakanya. Nenek  dan Kakek akan memberikan angpau pada cucu-cucunya.

Bagi anak-anak tentu yang paling bersemangat  adalah berburu angpau dari Om, Tante, Nenek, Kakek, dan saudara yang telah memiliki penghasilan.

3. Baju Lebaran

Bagi anak-anak baju Lebaran seperti sebuah kewajiban. Apalagi jika ia sudah berhasil menyelesaikan puasa sebulan penuh. Baju Lebaran menjadi hadiah yang membahagiakan buat anak-anak. Namun, biasanya orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk beli baju Lebaran.

4. Kue Lebaran

Lebaran tanpa kue rasanya tidak mungkin ya…  Ketika Lebaran tiba, ibu-ibu sibuk membuat kue-kue Lebaran. Ada macam-macam kue Lebaran, kue kering, kue putri salju, kue nastar, kue kacang, stick keju, dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki makanan khas kue Lebaran masing-masing. 

5. Ketupat dan Opor Ayam

Ketupat dan opor ayam juga menjadi menu wajib di Hari Lebaran. Namun, tidak semua daerah menjadikan ketupat dan opor ayam sebagai menu wajib. Menu Lebaran biasanya menyajikan makanan daerahnya masing-masing. Di Jawa Timur, ada yang menyajikan nasi pecel, bakso, dan rawon sebagai menu wajib di hari Lebaran.

6. Silaturahmi Lebaran

Pasti akan ada silaturahmi dalam perayaan Lebaran. Lebaran menjadi saat yang tepat untuk bertemu dengan keluarga yang lama tak bertemu. Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk perdamaian bagi mereka yang berselisih.

Mudik, baju Lebaran, kue Lebaran, menyantap ketupat dan opor ayam tidak akan sempurna tanpa adanya silaturahmi Lebaran.  Jadi, jangan menjadi tak bersilaturahmi jika tidak ada kue Lebaran dan baju Lebaran. Silaturahmi-lah yang paling utama di hari Lebaran.

Selamat Idulfitri untuk saudaraku, sahabatku, dan teman-temanku yang merayakannya. Selamat merayakan Hari Lebaran, semoga ibadah puasa yang dijalankan diterima sehingga menjadikan hati dan jiwa kembali menjadi baru.
25 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Hati-hati Menulis di Media Sosial

​#day9 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #mediasosial

Saat ini kita bisa mendapat informasi apa pun melalui media sosial. Tetapi kita sulit menyembunyikan diri kita dari media sosial. 

Media sosial sudah seperti buku harian yang dipublikasikan di ruang publik. Tanpa mengatakan pada siapa pun, kita mau pergi ke mana pun, tanpa disadari, kita sudah mengumumkan keberadaan kita di suatu tempat. 

Misalnya dengan hastag #stasiunpasarsenen, #rumahsakit dan ditambah map lokasi, kita sudah memberitahukan kepada semua orang di dunia tentang keberadaan kita. 

Saya pun sama, semua aktivitas saya sering diberi hastag lokasi tempat atau kegiatan saya. Teman atau sahabat yang saya kenal menjadi tahu apa saya lakukan tanpa harus bertanya pada saya.

Mudik Lebaran 2017 ini tanpa saya beri tahu kepada siapa pun, dengan saya posting #belitiketmudik tiga bulan yang lalu, kemudian menjelang berangkat saya posting dengan hastag #siapsiapmudik, semua orang menjadi tahu kegiatan saya.

Media sosial sungguh luar biasa manfaatnya, menyebarkan informasi secepat kilat. Informasi apa pun bisa dengan mudah tersebar. Oleh karenanya, kita patut waspada dalam membuat postingan di media sosial. Jangan sampai apa yang kita posting menyakiti hati pihak lain. Karena jika ada pihak yang merasa dirugikan atau tersakiti, kita bisa dipidanakan.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi wadah komunikasi jarak jauh yang efektif. Namun, menjadi aneh ketika media sosial justru menjadikan sebuah keluarga tak pernah bertatap muka walau satu rumah. Komunikasi hanya terjalin dan tampak akrab di media sosial. Saya sendiri ragu, keberadaan media sosial ini sebenarnya menambah ikatan keluarga atau justru semakin menjauhkan keluarga satu sama lain.

Media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial (KBBI V). Jadi, tidak ada informasi yang bisa disembunyikan dari media sosial. 

Kata dan kalimat yang kita tulisan dalam media sosial, tanpa kita sadari mencerminkan diri kita, sifat kita, dan seberapa bijak diri kita dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Ayo gunakan media sosial secara bijak!

Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam

​#day8 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #rasatradisional #traditionaltaste #kampunghalaman

Pulang ke kampung halaman, yang paling ingin dilakukan adalah mengulang masa lalu dengan mencicipi rasa tradisional minuman dan makanannya. 

Pulang ke Bojonegoro yang paling saya rindukan adalah makan sego pecel, minum kopi asli buatan sendiri, dan sarapan serabi.

Sego pecel mengingatkan saya pada 22 tahun yang lalu, ketika simbah saya berjualan sego pecel setiap pagi. Rasa sambal pecelnya tiada duanya. Kini Simbah telah berpulang kembali pada Sang Pencipta, resep sego pecel sudah diadopsi oleh Bulik dan Budhe. Sego pecel buatan Bulik dan Budhe juga enak, cukup untuk mengobati rindu.

Kopi hitam buatan sendiri, selalu ada hingga kini. Simbah selalu membuat kopi sendiri. Kopi disangrai dengan kuali tanah, kemudian ditumbuk sendiri hingga halus. Rasa tradisional sungguh terasa jika minum kopi ini. 

Saya masih bisa mencicipinya hingga kini. Bulik masih setia membuat kopi sendiri, dan tidak tergoda dengan berbagai merek kopi yang ada. 

Pulang ke kampung halaman memang membongkar banyak cerita masa lalu. Pulang ke kampung halaman juga meninggalkan banyak kisah indah dan membahagiakan. Saya suka pulang ke kampung halaman. Tetapi saya tidak mewajibkan pulang ke kampung halaman setiap tahun, setiap 2 tahun, atau setiap Lebaran. Saya akan pulang ke kampung halaman ketika memang saya membutuhkannya untuk mengisi kekosongan masa lalu.

Kampung halaman akan selalu menjadi ingatan dan tempat hati merindukannya. 

Selamat pulang ke kampung halaman. Selamat jumpa keluarga dan sahabat lama. Jangan lupa cicip minuman dan makan kampung halamanmu. 
23 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Dongeng Sebelum Tidur (1)

​#day7 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #dongeng #mendongeng

Sebelum tidur, saya suka mendongengkan sebuah cerita dipadu dengan nyanyian. Sebuah cerita sederhana tanpa melihat buku. Ide cerita diambil dari pengalaman sehari-hari, yang dialami oleh Kenan.

Ini contoh dongengnya.

Pada suatu malam Gajah termenung sendiri. Gajah itu tampak sedih. Apa yang terjadi dengan gajah itu ya. Kemudian datanglah Kancil, bertanya pada Gajah.

“Kenapa kamu bersedih, Gajah?” tanya Kancil.

“Aku kesepian malam ini. Sahabatku Zebra sedang pergi mengunjungi saudaranya. Sepi sekali,” jawab Gajah sedih.

“Aku ada di sini, dan lihabt… ada bintang dan bulan yang setia menemani kita.” Kancil memandang langit yang penuh bintang dan terang oleh bulan.

“Ayo kita bernyanyi,” ajak Kancil.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Benar, kenapa aku harus sedih. Ada bintangnya menemani kita. Aku mau bernyanyi lagi.” Gajah kini tak sedih lagi. Gajah dan kancil menyanyi lagi.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Aku jadi ingat lagu yang dinyanyikan ibuku,” kata Gajah dengan gembira. Gajah dan Kancil menyanyikan lagu BULAN.
Ambilkan bulan Bu

Ambilkan bulan Bu

Yang slalu bersinar di langit

Di langit bulan benderang

Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan Bu

Untuk menemani

Tidurku yang lelap di malam gelap
Setelah menyanyikan lagu BULAN berulang kali, Gajah dan Kancil tertidur pulas.
Sebuah dongeng sederhana untuk mengantar anak tidur nyenyak. Pesan yang ingin saya sampaikan dalam dongeng itu adalah jangan merasa sendirian karena Tuhan menciptakan bintang dan bulan untuk menemani kita di malam hari. Kita juga patut bersyukur atas alam yang indah pemberian Tuhan.
22 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayaseorangibu

#sayapenulis

Sebuah Kisah : Gula

#day6 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ini kisah tentang perjalanan GULA. Gula yang manis, warnanya putih, dialah si gula pasir. Gula memiliki perjalanan berbeda-beda. Inilah kisah-kisah perjalanan si gula pasir.

Kisah pertama, gula tiba di sebuah warung. “Aku akan bermanfaat di sini. Aku akan bercampur dengan teh dan kopi sehingga membuat rasa MINUMAN TEH DAN KOPI semakin enak.”

Kisah kedua, gula tiba di sebuah rumah. Sang pemilik rumah berniat membuat kue dengan campuran gula yang lumayan banyak. “Aku akan membuat kue pemilik rumah ini seenak KUE termahal.”

Kisah ketiga, gula tiba di sebuah pasar malam.  “Aku akan membuat pasar malam semakin semarak dengan kehadiranku. Aku akan membuat ARUM MANIS yang enak sekali.”

Kisah keempat, gula tiba di sebuah rumah sederhana sekali. Di dalam rumah itu ada seorang lelaki sedang membuat gulali rambut nenek. “Aku bisa berubah wujud menjadi mirip seperti RAMBUT NENEK.”

Kisah kelima, gula tiba di depan sebuah sekolah dekat seorang penjual permen gulali. “Bersama pedagang ini, aku akan membuat PERMEN GULALI yang enak dan unik.”

Kisah gula masih panjang, Anda bisa melanjutkan kisahnya sesuai dengan manfaat yang Anda peroleh.

Kisah ini hanya sebuah kisah…….

 

21 Juni 2017

#paskalinaskalin

#sayapenulis

#konsisten

 

Menulis Buku Harian

#day5 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Masih cocokkah menulis buku harian saat ini?

Menulis buku harian, bukan berarti harus menulis di buku dan hanya dibaca oleh diri sendiri. Menulis buku harian pada masa  kini bisa dilakukan dengan cara menulis di fasilitas note telepon pintar, menulis di laptop, di blog, dan sebagainya.

Menulis buku harian atau agenda harian adalah salah satu kegiatan menulis yang selalu saya lakukan setiap hari. Saya tidak pernah melewatkan untuk menulis aktivitas yang saya lakukan setiap hari dan karena kini ada Kenan, saya selalu menulis tentang Kenan setiap hari. Sejak Kenan lahir, saya menulis semuanya tentang Kenan dan memotretnya setiap hari.

Jika saya tidak menulis tentang Kenan, rasanya seperti utang yang tak terbayar. Ketika saya kehabisan waktu, saya akan menulis di hari berikutnya.

Menulis buku harian tentang Kenan seperti suntikan semangat bagi saya. Dia benar-benar merasuki jiwa saya dan menyemangati saya menulis.

Menulis buku harian, sama dengan menulis jenis tulisan lainnya, yang harus menjadi perhatian adalah konsisten menulis. Ketika ketidakkonsistenan muncul, proses menulis menjadi hambar tak berguna dan memakan waktu.

Saya jadi ingat salah satu buku saya yang sudah terbit 7 tahun yang lalu. Judul buku itu ASYIKNYA MENULIS DIARY. Dalam buku ini dijelaskan berbagai hal tentang menulis buku harian. Di buku ini pula, dijelaskan bagaimana sebuah catatan harian bisa menjadi buku.

kover buku asyiknya menulis diary

Data buku

Judul : Asyiknya Menulis Diary

Penulis : Lea Lina (nama pena dari Paskalina)

Penerbit : Nobel Edumedia

Pembelian buku ini : WhatsApp 085697602414

Dalam buku ASYIKNYA MENULIS DIARY dijelaskan tentang macam-macam bentuk buku harian (diary). Buku harian dibedakan menjadi 3 macam, yaitu buku harian tradisional, buku harian elektronik, dan buku harian online.

Selengkapnya tentang “Menulis Buku Harian,” dapat dibaca di buku ini ASYIKNYA MENULIS DIARY!

 

20 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

Karakter Anak : Mandiri (Kemandirian)

#day4 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Pengalaman saya sebagai seorang ibu….

Mandiri adalah dalam keadaan bisa berdiri sendiri atau tidak bergantung pada orang lain (KBBI). Mandiri bisa diterapkan sejak dini melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berulang.

Hal yang sangat sederhana jika dilatihkan terus-menerus akan membuat anak menjadi mandiri. Misalnya memakai sandal sendiri, makan sendiri, membawa tas sendiri, membereskan mainan sendiri, dan sebagainya.

Kenan makan sendiri

Orangtua kadang tidak mau repot menunggu anak makan sendiri. Apa lagi ketika anak makan sendiri bisa menyebabkan sisa makanan tercecer di mana-mana, kotor, dan berantakan. Hal ini kadang membuat orangtua tidak mau direpotkan sehingga lebih memilih menyuapi anak. Walau kadang anaknya sendiri juga meminta makan sendiri, orangtua tidak memberikan, dengan alasan bikin kotor.

Padahal kerepotan orangtua adalah proses belajar anak. Anak belum paham perbuatannya membuat kotor atau berantakan. Yang ada dibenak anak adalah dia bisa melakukan sendiri, dan orangtua seharusnya membantu proses belajar anak untuk menjadi bisa.

Sering sekali saya melihat, orangtua atau pengasuh anak yang membawakan tas anak ketika pergi dan pulang sekolah. Menurut saya hal ini memutus proses kemandirian anak. Anak menjadi manja, tidak mau dan tidak peduli pada tasnya sendiri. Lama kelamaan hal ini akan terbawa terus hingga remaja.

Berikut ini beberapa kebiasaan orangtua atau orang dewasa atau pengasuh anak, yang membuat anak tidak mandiri:

  1. Menyuapi makan
  2. Memakaikan sandal/sepatu
  3. Membawakan tas saat pulang dan pergi sekolah
  4. Mengambilkan barang
  5. Melarang anak membantu
  6. Membereskan mainan anak

Enam hal di atas sering dilakukan orangtua pada anaknya atau orangtua menyuruh pengasuh anak melakukan hal itu demi anaknya. Saya sebagai orangtua kadang juga terlena untuk memudahkan segala hal demi anak. Tetapi yang saya lakukan justru membuat anak manja, tidak mandiri.

Saya ingin menanamkan kemandirian sejak dini pada anak saya. Saya memulainya dengan makan sendiri tanpa disuapi. Saya memintanya mengambil barang yang diinginkan sendiri. Saya memintanya membantu membereskan mainannya. Saya melibatkan anak saya dalam berbagai aktivitas yang saya lakukan. Hasilnya… kini anak saya bisa makan sendiri, bisa memakai sandal sendiri tanpa pernah terbalik kanan di kiri atau kiri di kanan, anak saya bisa mengambil minum sendiri, dan masih banyak lagi aktivitas yang bisa dilakukan sendiri olehnya.

Untuk sampai pada kemandiriannya, saat ini sebagai seorang Ibu saya harus sabar menghadapi kerepotan atau berantakan karena ulahnya. Saya nikmati itu dengan bahagia.

19 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

#sayaseorangibu

Penting Bagiku, Pendidikan Karakter itu

​#day3 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro 

Penting bagiku untuk mengajari anakku SOPAN SANTUN.

Penting bagiku untuk menyuruh anakku katakan TERIMA KASIH.

Penting juga bagiku untuk menyuruh anakku mengalah, ketika berebut mainan.

Penting bagiku untuk mengajari anakku menyapu halaman.

Penting bagiku untuk mengajari anakku peduli pada lingkungannya.
===============

Sopan santun dan ucapan terima kasih adalah bagian dari pendidikan karakter. Jangan salahkan anak ketika dia tidak sopan padamu, jangan marahi anak ketika dia tidak pernah ucapkan terima kasih. Tetapi… tanya pada diri sendiri, pernahkah mengajari anak sopan santun? Pernahkah mengajari anak cara mengucapkan terima kasih.

Pendidikan karakter tidak muncul sebagai gen bawaan keturunan. Ketika Anda sudah merasa menjadi seseorang yang berperilaku baik, belum tentu menurun pada anak Anda hingga bisa berperilaku baik. Karakter harus ditanamkan dan dicontohkan pada anak Anda. Pendidikan karakter bukan perintah. Karakter harus tertanam dari hati hingga bisa menyerap hingga seluruh sanubari. Sehingga ketika Anak dewasa karakter itu akan menjadi bagian dari hidupnya. 
18 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis