Buku Mewarnai Berbagai Tema

​Anak-anak usia dini paling suka kegiatan mewarnai. Buku mewarnai ini dibuat berbagai tema dengan tujuan supaya anak selain asyik mewarnai juga bisa memahami nama berbagai hewan, buah dan sayur, macam-macam olahraga, dan berbagai tempat umum yang pernah dikunjungi anak.

Pada halaman belakang buku disertai gambar warna yang bisa digunakan oleh anak sebagai panduan mewarnai setiap halaman. 

Berikut ini 4 judul buku mewarnai yang bisa Anda pilih untuk anak Anda.

(1) Ayo Mewarnai Hewan

(2) Ayo Mewarnai Buah dan Sayur

(3) Ayo Mewarnai Tempat Umum

(4) Ayo Mewarnai Olahraga


Spesifikasi buku

Penulis: Paskalina

Ukuran :  21 x 29.7 cm

Kertas : HVS

Isi : BW

Tebal : 16 halaman

Harga : Rp 10.000/judul

Minimum beli 2 judul.

Bisa dibeli di 

https://www.tokopedia.com/kenkenbookstore/buku-mewarnai-untuk-anak/

Iklan

MEMILIH MENJADI “DRIVER”

self-driving-paskalina-askalin
Buku Self Driving, Rhenald Kasali, hlm 6

Sebenarnya saya belum membaca utuh buku Self Driving karya Rhenald Kasali. Baru sekarang saya mencoba untuk menyerap semua motivasi dari buku itu.

Tahun 2017 adalah masa di mana untuk kedua kalinya saya memutuskan untuk menjadi “driver” untuk hidup saya. Tiga tahun yang lalu saya mencoba untuk menjadi “driver” bagi hidup saya, dan saya gagal. Tahun ini saya berharap pada diri saya sendiri, saya tidak boleh gagal, dan kalaupun saya gagal, saya harus  bisa untuk bangkit dan kembali “mengendarai” hidup saya lebih baik lagi.

Driver adalah sebuah sikap hidup yang membedakan dirinya dengan “passenger”. Anda tinggal memilih, ingin duduk manis, menjadi penumpang di belakang, atau mengambil risiko sebagai driver di depan? Di belakang, Anda boleh duduk sambil ngobrol, makan-makan, bercanda, bahkan ngantuk dan tertidur. Anda juga tak harus tahu jalan, tak perlu memikirkan keadaan lalu lintas, dan tak perlu merawat kendaraan. Enak, bukan? (Self Driving, hlm 7).

Menjadi penumpang itu memang enak, tetapi saya tidak bisa menjadi “penumpang yang baik”. Saya tidak bisa menghabiskan waktu dengan pekerjaan yang itu-itu saja. Saya tidak bisa hanya menerima perintah dari atasan. Setelah pekerjaan selesai, selesailah tugas saya, lalu menunggu instruksi selanjutnya. Bagi banyak orang di sekitar saya, hal demikian menyenangkan, tetapi tidak bagi saya. Maka saya putuskan, saya akan menjadi “driver” untuk hidup saya.

Memutuskan menjadi “driver” itu tidak mudah. Banyak jalan buntu yang dilalui hingga akhirnya harus kembali ke nol. Ada banyak masalah yang dihadapi yang membuat saya terseok-seok. Tetapi saya percaya, dengan menjadi “driver” untuk hidup saya sendiri, saya bisa berkembang lebih baik, dengan segala risiko dan tantangan yang harus dihadapi.

Seorang “driver” tidak cukup hanya bermodalkan tekad dan semangat, ia butuh referensi dari pengetahuan akademis (Self Driving, hlm 8). Tepat sekali, saya sepakat dengan penyataan Bapak Rhenald Kasali ini. Saya tidak bisa hanya mengandalkan semangat saja. Saya harus terus belajar, memupuk kemampuan dan menambah ilmu yang saya miliki sehingga saya mampu berkendara dengan baik, tepat waktu, dan tiba ditujuan dengan selamat dan sukses.

Saat ini saya hanya bisa menjadi “driver” untuk diri saya sendiri. Namun tentu tidak hanya berhenti sampai di situ, saya juga ingin membawa penumpang yang banyak dalam “mobil” yang saya kendarai. Amin.

Ditulis oleh Paskalina Askalin

 

5 Permainan Edukatif untuk Kenan

​Ketika saya membelikan mainan untuk anak, saya akan pilih mainan yang dapat merangsang berbagai kecerdasan, melatih motorik, dan menumbuhkan kreativitas. Untuk menjadikan sebuah mainan bernilai edukasi, orangtua atau pengasuh harus menjadi pendamping yang kreatif.

Yang perlu menjadi catatan penting, tidak ada mainan yang aman untuk anak. Meskipun tertulis aman untuk anak, orangtua harus tetap waspada mendampingi anak bermain. 

Berikut ini 5 permainan edukatif yang baik untuk anak.

1. Mobil-mobilan aneka bentuk dan warna

Melalui mainan mobil aneka bentuk dan warna anak bisa belajar macam-macam nama benda dan bisa menambah kosa kata anak. Kenan (2,5 tahun) sudah mengenal nama-nama aneka jenis mobil dan warna. Ketika melihat secara langsung mobil-mobil, Kenan bisa menyebut namanya dengan tepat, dan mengidentifikasi warna dengan benarnya. Misal truk sampah warnanya orange, mobil angkot warna biru, truk box warna biru, dan sebagainya.

Untuk bisa mengidentifikasi nama mobil dan warna, tidak bisa hanya dihafal oleh anak. Melalui bermain mobil-mobilan yang menyenangkan, orangtua bisa menyebutkan secara berulang nama-nama mobil dan warna. Lama-kelamaan anak menjadi paham nama mobil dan warna, bukan menghafal.

2. Playdough dan Pasir Ajaib

Playdough dan pasir ajaib bisa menjadi sarana untuk melatih motorik anak. Anak belajar menggenggam, memilin, membuat macam-macam bentuk dari playdough, dan mencetak menggunakan pasir ajaib. 

Permainan ini selain melatih motorik, juga merangsang kreativitas anak melalui berbagai bentuk yang dibuat oleh anak.

3. Papan Tulis Magnet

Sudah lama sekali saya membelikan papan tulis magnet untuk Kenan. Sekali mencoba, Kenan langsung suka, setiap saat setiap hari langsung . Sebelum mengenalkan Kenan psda papan tulis magnet, saya mengenalkan Kenan pada buku/kertas dan pensil atau krayon. Mencoret-coret menjadi kegiatan mengasyikkan bagi Kenan. Kini tangannya sudah terbiasa memegang pensil dengan baik.

4. Mainan Alat Pertukangan

Anak-anak suka meniru. Apa yang dilakukan orang di sekitarnya pasti ditiru oleh anak. Misalnya menggergaji, pasang paku dengan palu, dan membuka skrup dengan obeng. Kenan pun demikian. Lihat ayahnya pegang gergaji, Kenan juga ingin menggunakan gergaji. Karenanya saya membelikan Kenan mainan alat-alat pertukangan (toolbox). Kenan senang sekali bermain alat-alat pertukangan.

5. Papan Puzzle

Papan puzzle merupakan mainan edukatif. Ada banyak tema puzzle yang dijual, puzzle angka, puzzle huruf, puzzle buah, puzzle bentuk, dan sebagainya. Puzzle pertama yang saya kenalkan pada Kenan adalah puzzle bentuk. Sekali bermain, Kenan langsung bisa menyusun puzzle dengan benar. 
Lima permainan ini masih bisa ditambah dengan permainan lain. Permainan edukatif Kenan juga masih banyak. Saya baru bisa bagikan lima permainan saja.
30 Juli 2017 

#day15 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #permainanedukatif #edukasi #mainananak

10 Kebaikan yang Bisa Kita Lakukan pada Orang Lain Setiap Hari

Berbuat kebaikan bisa kita lakukan dengan mudah, tanpa harus bersusah payah. Yang menjadikan kita sulit berbuat kebaikan adalah gengsi kita. Gengsi bisa membuat kita takut direndahkan. Padalah dengan kita merendahkan diri, tidak akan menurunkan derajat kita di hadapan Tuhan.
10 kebaikan yang bisa kita lakukan pada orang lain setiap hari.

1. Tersenyum

Untuk memberikan senyum, kita tak perlu mengeluarkan tenaga, apalagi uang. Jadi, berikan senyummu sebanyak-banyaknya pada orang-orang di sekitarmu.

2. Memaafkan

Memaafkan itu akan melegakan hati kita, sekaligus membuat orang yang kita maafkan senang. Harga diri kita tidak akan jadi rendah, hanya karena memberi maaf pada orang lain.

3. Membantu

Orang lain akan menjadi senang ketika menerima bantuan. Oleh karenanya kita telah melakukan kebaikan untuk orang lain. Walaupun kadang kita menemukan orang yang gengsi atau malu menerima bantuan dari kita, tak perlu kita risaukan. Yang penting, kita secara tulus mau membantu orang lain.

4. Menolong

Banyak peristiwa yang membuat seseorang tertolong. Walau kadang pertolongan yang kita berikan dianggap sepele, dan tidak kita anggap sebagai perlakuan baik untuk orang lain. Pertolongan yang kita lakukan bisa menyelamatkan seseorang dari masalah. Misalnya, menolong seorang Nenek yang kesulitan menyeberang, menolong seorang anak mengambil kucing di pohon, dan sebagainya.

5. Menyapa

Ketika berada di tempat baru, tidak kenal satu pun orang yang ada di situ, saat ada orang baru menyapa kita rasanya senang sekali. Seperti merasa ada teman di tempat asing. Kita bisa lakukan kebaikan dengan menyapa orang lain.

6. Memberi

Memberi waktu kita sebentar untuk mendengarkan curhatan teman atau sahabat adalah sebuah kebaikan. Memberi keleluasaan teman bercerita, menjadi pendengar yang baik, itu menyenangkan bagi orang lain. Jadi, jangan segan-segan memberikan waktumu untuk orang-orang di sekitarmu.

7. Merelakan

Merelakan sesuatu untuk orang lain (saudara atau teman), itu merupakan kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain. Misalnya merelakan mainan dipakai oleh adik, merelakan bagian terbesar makanan untuk adik, dan sebagainya.

8. Mengalah

Mengalah bukan berarti kalah. Ketika kamu mengalah pada adikmu, itu sebuah kebaikan. Ketika kamu mengalah di jalan raya dan membiarkan orang lain lewat lebih dahulu, itu sebuah kebaikan.

9. Berdonasi

Berdonasi untuk mereka yang membutuhkan adalah bentuk kebaikan kita untuk orang lain. Berdonasi atau memberikan sumbangan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. 

10. Meminjamkan

Meminjamkan barang bisa menjadi kebaikan yang bisa kita lakukan. Di suatu tempat, di mall, kita bisa meminjamkan bolpoin pada orang lain yang membutuhkan.

Kebaikan yang mana yang sudah kamu lakukan hari ini?

Berapa kebaikan yang kamu lakukan hari ini?
29 Juni 2017

#day14 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #paskalinaaskalin #kebaikan

​10 Kebiasaan yang Harus Dihindari Supaya Tidak Dicontoh Anak

Sepuluh hal ini kadang dianggap sepele, tetapi berefek besar pada kebiasaan anak. Kebiasaan baik  ditularkan pada anak, tetapi kebiasaan buruk patut dihilangkan supaya anak tidak ikut-ikutan.
Orangtua bisa saja menasihati anak tidak boleh ini dan itu. Namun orangtua lupa menasihati dirinya sendiri.

Inilah 10 kebiasaan yang harus hindari supaya tidak dicontoh anak. 

1. Membuang sampah tidak pada tempatnya

2. Melempar sepatu dan kaos kaki di sembarang tempat

3. Mengambil barang dengan menggunakan kaki

4. Berteriak ketika memberitahukan sesuatu pada anak

5. Memberikan sesuatu pada orang lain dengan tangan kiri

6. Tidak mengucapkan terima kasih saat menerima sesuatu

7. Tidak mengatakan minta tolong ketika meminta bantuan orang lain

8. Mengata-ngatai orang lain dengan kata-kata kasar

9. Menyuruh anak berbohong

10. Menyerobot antrean
Tanyakan pada diri kita sendiri, pernahkan melalukan kesepuluh kebiasaan itu di hadapan anak? Ini sepele, tetapi berimbas pada karakternya.

28 Juni 2017
#day13 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #karakteranak

Selalu Ada Ketika Lebaran

​#day10 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ketika Lebaran tiba, beberapa hal unik yang saya temukan adalah:

1. Mudik

Lebaran identik dengan mudik. Ketika Lebaran tiba bagi mereka yang merantau di kota lain akan segera merencanakan mudik ke kampung halaman. Mudik menjadi kesempatan untuk pulang bagi siapa saja yang jauh dari rumah orangtua.


2. Angpau

Angpau adalah amplop kecil yang diisi uang untuk hadiah. Pemberian angpau ini adat kebiasaan pada Tahun Baru Cina yang sudah diadopsi oleh siapa saja yang mau memberikan hadiah. Pada hari raya Lebaran mereka yang telah bekerja akan memberikan angpau pada keponakanya. Nenek  dan Kakek akan memberikan angpau pada cucu-cucunya.

Bagi anak-anak tentu yang paling bersemangat  adalah berburu angpau dari Om, Tante, Nenek, Kakek, dan saudara yang telah memiliki penghasilan.

3. Baju Lebaran

Bagi anak-anak baju Lebaran seperti sebuah kewajiban. Apalagi jika ia sudah berhasil menyelesaikan puasa sebulan penuh. Baju Lebaran menjadi hadiah yang membahagiakan buat anak-anak. Namun, biasanya orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk beli baju Lebaran.

4. Kue Lebaran

Lebaran tanpa kue rasanya tidak mungkin ya…  Ketika Lebaran tiba, ibu-ibu sibuk membuat kue-kue Lebaran. Ada macam-macam kue Lebaran, kue kering, kue putri salju, kue nastar, kue kacang, stick keju, dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki makanan khas kue Lebaran masing-masing. 

5. Ketupat dan Opor Ayam

Ketupat dan opor ayam juga menjadi menu wajib di Hari Lebaran. Namun, tidak semua daerah menjadikan ketupat dan opor ayam sebagai menu wajib. Menu Lebaran biasanya menyajikan makanan daerahnya masing-masing. Di Jawa Timur, ada yang menyajikan nasi pecel, bakso, dan rawon sebagai menu wajib di hari Lebaran.

6. Silaturahmi Lebaran

Pasti akan ada silaturahmi dalam perayaan Lebaran. Lebaran menjadi saat yang tepat untuk bertemu dengan keluarga yang lama tak bertemu. Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk perdamaian bagi mereka yang berselisih.

Mudik, baju Lebaran, kue Lebaran, menyantap ketupat dan opor ayam tidak akan sempurna tanpa adanya silaturahmi Lebaran.  Jadi, jangan menjadi tak bersilaturahmi jika tidak ada kue Lebaran dan baju Lebaran. Silaturahmi-lah yang paling utama di hari Lebaran.

Selamat Idulfitri untuk saudaraku, sahabatku, dan teman-temanku yang merayakannya. Selamat merayakan Hari Lebaran, semoga ibadah puasa yang dijalankan diterima sehingga menjadikan hati dan jiwa kembali menjadi baru.
25 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam

​#day8 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #rasatradisional #traditionaltaste #kampunghalaman

Pulang ke kampung halaman, yang paling ingin dilakukan adalah mengulang masa lalu dengan mencicipi rasa tradisional minuman dan makanannya. 

Pulang ke Bojonegoro yang paling saya rindukan adalah makan sego pecel, minum kopi asli buatan sendiri, dan sarapan serabi.

Sego pecel mengingatkan saya pada 22 tahun yang lalu, ketika simbah saya berjualan sego pecel setiap pagi. Rasa sambal pecelnya tiada duanya. Kini Simbah telah berpulang kembali pada Sang Pencipta, resep sego pecel sudah diadopsi oleh Bulik dan Budhe. Sego pecel buatan Bulik dan Budhe juga enak, cukup untuk mengobati rindu.

Kopi hitam buatan sendiri, selalu ada hingga kini. Simbah selalu membuat kopi sendiri. Kopi disangrai dengan kuali tanah, kemudian ditumbuk sendiri hingga halus. Rasa tradisional sungguh terasa jika minum kopi ini. 

Saya masih bisa mencicipinya hingga kini. Bulik masih setia membuat kopi sendiri, dan tidak tergoda dengan berbagai merek kopi yang ada. 

Pulang ke kampung halaman memang membongkar banyak cerita masa lalu. Pulang ke kampung halaman juga meninggalkan banyak kisah indah dan membahagiakan. Saya suka pulang ke kampung halaman. Tetapi saya tidak mewajibkan pulang ke kampung halaman setiap tahun, setiap 2 tahun, atau setiap Lebaran. Saya akan pulang ke kampung halaman ketika memang saya membutuhkannya untuk mengisi kekosongan masa lalu.

Kampung halaman akan selalu menjadi ingatan dan tempat hati merindukannya. 

Selamat pulang ke kampung halaman. Selamat jumpa keluarga dan sahabat lama. Jangan lupa cicip minuman dan makan kampung halamanmu. 
23 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Sebuah Kisah : Gula

#day6 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ini kisah tentang perjalanan GULA. Gula yang manis, warnanya putih, dialah si gula pasir. Gula memiliki perjalanan berbeda-beda. Inilah kisah-kisah perjalanan si gula pasir.

Kisah pertama, gula tiba di sebuah warung. “Aku akan bermanfaat di sini. Aku akan bercampur dengan teh dan kopi sehingga membuat rasa MINUMAN TEH DAN KOPI semakin enak.”

Kisah kedua, gula tiba di sebuah rumah. Sang pemilik rumah berniat membuat kue dengan campuran gula yang lumayan banyak. “Aku akan membuat kue pemilik rumah ini seenak KUE termahal.”

Kisah ketiga, gula tiba di sebuah pasar malam.  “Aku akan membuat pasar malam semakin semarak dengan kehadiranku. Aku akan membuat ARUM MANIS yang enak sekali.”

Kisah keempat, gula tiba di sebuah rumah sederhana sekali. Di dalam rumah itu ada seorang lelaki sedang membuat gulali rambut nenek. “Aku bisa berubah wujud menjadi mirip seperti RAMBUT NENEK.”

Kisah kelima, gula tiba di depan sebuah sekolah dekat seorang penjual permen gulali. “Bersama pedagang ini, aku akan membuat PERMEN GULALI yang enak dan unik.”

Kisah gula masih panjang, Anda bisa melanjutkan kisahnya sesuai dengan manfaat yang Anda peroleh.

Kisah ini hanya sebuah kisah…….

 

21 Juni 2017

#paskalinaskalin

#sayapenulis

#konsisten

 

Menulis Buku Harian

#day5 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Masih cocokkah menulis buku harian saat ini?

Menulis buku harian, bukan berarti harus menulis di buku dan hanya dibaca oleh diri sendiri. Menulis buku harian pada masa  kini bisa dilakukan dengan cara menulis di fasilitas note telepon pintar, menulis di laptop, di blog, dan sebagainya.

Menulis buku harian atau agenda harian adalah salah satu kegiatan menulis yang selalu saya lakukan setiap hari. Saya tidak pernah melewatkan untuk menulis aktivitas yang saya lakukan setiap hari dan karena kini ada Kenan, saya selalu menulis tentang Kenan setiap hari. Sejak Kenan lahir, saya menulis semuanya tentang Kenan dan memotretnya setiap hari.

Jika saya tidak menulis tentang Kenan, rasanya seperti utang yang tak terbayar. Ketika saya kehabisan waktu, saya akan menulis di hari berikutnya.

Menulis buku harian tentang Kenan seperti suntikan semangat bagi saya. Dia benar-benar merasuki jiwa saya dan menyemangati saya menulis.

Menulis buku harian, sama dengan menulis jenis tulisan lainnya, yang harus menjadi perhatian adalah konsisten menulis. Ketika ketidakkonsistenan muncul, proses menulis menjadi hambar tak berguna dan memakan waktu.

Saya jadi ingat salah satu buku saya yang sudah terbit 7 tahun yang lalu. Judul buku itu ASYIKNYA MENULIS DIARY. Dalam buku ini dijelaskan berbagai hal tentang menulis buku harian. Di buku ini pula, dijelaskan bagaimana sebuah catatan harian bisa menjadi buku.

kover buku asyiknya menulis diary

Data buku

Judul : Asyiknya Menulis Diary

Penulis : Lea Lina (nama pena dari Paskalina)

Penerbit : Nobel Edumedia

Pembelian buku ini : WhatsApp 085697602414

Dalam buku ASYIKNYA MENULIS DIARY dijelaskan tentang macam-macam bentuk buku harian (diary). Buku harian dibedakan menjadi 3 macam, yaitu buku harian tradisional, buku harian elektronik, dan buku harian online.

Selengkapnya tentang “Menulis Buku Harian,” dapat dibaca di buku ini ASYIKNYA MENULIS DIARY!

 

20 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

Karakter Anak : Mandiri (Kemandirian)

#day4 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Pengalaman saya sebagai seorang ibu….

Mandiri adalah dalam keadaan bisa berdiri sendiri atau tidak bergantung pada orang lain (KBBI). Mandiri bisa diterapkan sejak dini melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berulang.

Hal yang sangat sederhana jika dilatihkan terus-menerus akan membuat anak menjadi mandiri. Misalnya memakai sandal sendiri, makan sendiri, membawa tas sendiri, membereskan mainan sendiri, dan sebagainya.

Kenan makan sendiri

Orangtua kadang tidak mau repot menunggu anak makan sendiri. Apa lagi ketika anak makan sendiri bisa menyebabkan sisa makanan tercecer di mana-mana, kotor, dan berantakan. Hal ini kadang membuat orangtua tidak mau direpotkan sehingga lebih memilih menyuapi anak. Walau kadang anaknya sendiri juga meminta makan sendiri, orangtua tidak memberikan, dengan alasan bikin kotor.

Padahal kerepotan orangtua adalah proses belajar anak. Anak belum paham perbuatannya membuat kotor atau berantakan. Yang ada dibenak anak adalah dia bisa melakukan sendiri, dan orangtua seharusnya membantu proses belajar anak untuk menjadi bisa.

Sering sekali saya melihat, orangtua atau pengasuh anak yang membawakan tas anak ketika pergi dan pulang sekolah. Menurut saya hal ini memutus proses kemandirian anak. Anak menjadi manja, tidak mau dan tidak peduli pada tasnya sendiri. Lama kelamaan hal ini akan terbawa terus hingga remaja.

Berikut ini beberapa kebiasaan orangtua atau orang dewasa atau pengasuh anak, yang membuat anak tidak mandiri:

  1. Menyuapi makan
  2. Memakaikan sandal/sepatu
  3. Membawakan tas saat pulang dan pergi sekolah
  4. Mengambilkan barang
  5. Melarang anak membantu
  6. Membereskan mainan anak

Enam hal di atas sering dilakukan orangtua pada anaknya atau orangtua menyuruh pengasuh anak melakukan hal itu demi anaknya. Saya sebagai orangtua kadang juga terlena untuk memudahkan segala hal demi anak. Tetapi yang saya lakukan justru membuat anak manja, tidak mandiri.

Saya ingin menanamkan kemandirian sejak dini pada anak saya. Saya memulainya dengan makan sendiri tanpa disuapi. Saya memintanya mengambil barang yang diinginkan sendiri. Saya memintanya membantu membereskan mainannya. Saya melibatkan anak saya dalam berbagai aktivitas yang saya lakukan. Hasilnya… kini anak saya bisa makan sendiri, bisa memakai sandal sendiri tanpa pernah terbalik kanan di kiri atau kiri di kanan, anak saya bisa mengambil minum sendiri, dan masih banyak lagi aktivitas yang bisa dilakukan sendiri olehnya.

Untuk sampai pada kemandiriannya, saat ini sebagai seorang Ibu saya harus sabar menghadapi kerepotan atau berantakan karena ulahnya. Saya nikmati itu dengan bahagia.

19 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

#sayaseorangibu