Posted in Book Review, Buku Anak, Buku TK/PAUD, BUKUKU, Cerita Anak, CERITA BINATANG (FABEL), DONGENG, Paskalina Oktavianawati, Penerbit Andi Yogya

8 Buku Anak yang Mengandung Karakter Positif Karya Askalin

8 Buku Anak yang Mengandung Karakter Positif Karya Askalin

1.  100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia
Buku ini mengandung nilai budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Baca “Lima Alasan Mengapa Buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia Harus Dibeli dan Menjadi Buku Referensi Wajib.”

2. Seri Tania: Aku Bisa Sendiri
Buku ini menanamkan karakter mandiri pada anak. Setiap halaman dalam buku ini memberikan contoh karakter yang baik. Misi utama buku ini menciptakan generasi penerus yang  berjiwa mandiri. Baca juga “5 Alasan Mengapa Buku Seri Tania Aku Bisa Sendiri Harus Dibeli.

3. Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas
Melalui buku ini anak mengenal rambu-rambu lalu lintas yang diharapkan dapat memupuk jiwa kedisiplinan di jalan raya. Karakter positif dalam buku ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang taat peraturan.  Baca juga “5 Manfaat Buku Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas.”

4. Ayo Mewarnai Bersama Fino Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas
Buku ini juga mengajarkan nilai kedisiplinan di jalan raya. Bedanya dengan buku “Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas adalah “Ayo Mewarnai Bersama Fino” baik untuk anak laki-laki karena tokohnya laki-laki juga. Selain, memberikan contoh disiplin berlalu lintas, buku ini melatih kreativitas. Lebih lengkap tentang buku ini, baca “Delapan alasan mengapa harus membeli buku bersama Fino.”

5. Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi
Buku ini mengajarkan karakter yang baik untuk anak, dimana anak diajak untuk senantiasa menggosok gigi sebelum tidur. Cerita dalam buku “Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi” memberikan contoh akibatnya jika anak lupa menggosok gigi. Sehingga diharapkan jika sudah membaca buku ini anak menjadi disiplin menggosok gigi minimal 2 kali sehari.

6. Seri Anak Rajin: Yuk, Bersih-bersih Bersama di Sekolah
Buku ini mengajarkan anak tentang kebersamaan di sekolah. Nilai kebersamaan dapat dipupuk melalui kegiatan bersih-bersih bersama di sekolah. Selain mengajarkan nilai kebersamaan, dalam buku ini anak juga belajar peduli pada oranglain, peduli sosial, menghargai orang lain, dan peduli lingkungan.

Buku Seri Anak Rajin: Yuk, Bersih-bersih Bersama di Sekolah bisa dibeli di bukabuku.com

7. Seri Anak Rajin: Yuk, Bantu Ortu di Rumah
Buku ini mengajarkan kebersamaan dalam keluarga. Kegiatan bersih-bersih bersama di rumah dapat dilakukan setiap minggu atau satu bulan sekali. Kegiatan bersama keluarga ini dapat memupuk kebersamaan dalam keluarga. Meskipun di rumah ada asisten rumah tangga yang bertugas membersihkan rumah, kegiatan bersih-bersih bersama dirimu tetap bisa dilakukan.
Melalui buku ini diharapkan anak memiliku kepedulian pada keluarga dan lingkungannya.

Buku Seri Anak Rajin: Yuk, Bantu Ortu di Rumah bisa dibeli di bukabuku.com

8. Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua
Buku ini berisi 10 dongeng yang menarik. Setiap dongeng diakhiri dengan pesan moral yang cocok untuk anak dan dapat diteladani oleh anak untuk diterapkan dalam kehidupan sehari.
Buku Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua bisa dibeli di bukabuku.com

Posted in Askalin, Buku Anak, Buku TK/PAUD, BUKUKU, Cerita Anak, CERITA BINATANG (FABEL), Penerbit Andi Yogya, PENGETAHUAN, Penulis dan Karyanya

Buku-buku Askalin 2015

Seri Tania: Aku Bisa Sendiri

image

Judul : Seri Tania: Aku Bisa Sendiri
Penulis : Askalin
Penerbit : Rainbow (imprint Penerbit Andi)
Tahun Terbit : 2015
Tebal : iv+24 halaman
Ukuran : 19×19 cm
ISBN :  978-979-29-4452-5
Harga : Rp 22.000,-
Sinopsis :
Menjadi anak yang mandiri, tentu hal mudah yang dilakukan. Buktinya, Tania bisa melakukan banyak hal secara mandiri lho. Tania bisa membereskan tempat tidur, memakai baju sendiri, makan tanpa disuapi, dan masih banyak lagi. Penasarankan dengan kelanjutan cerita dari Tania yang mandiri ini. Yuk temukan hal lain yang bisa dilakukan Tania secara mandiri dalam buku “Aku Bisa Sendiri”
Bagaimana denganmu, apakah kamu anak mandiri?

Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi

image

Judul : Seri Tania: Jangan Lupa Menggosok Gigi
Penulis : Askalin
Penerbit : Rainbow (imprint Penerbit Andi)
Tahun Terbit :  2015
Tebal : iv+24 halaman
Ukuran : 19×19 cm
ISBN :  978-979-29-4451-8
Harga : Rp 25.000,-
Sinopsis :
Tiba giliran Tania masuk ke ruang periksa. Tania berjalan di belakang Bundanya.
“Ayo masuk, jangan takut,” kata Bunda.
Tania sakit gigi karena sering lupa menggosok gigi. Bunda membawa Tania ke dokter gigi. Namun, Tania takut diperiksa giginya. Di ruang pemeriksaan, Tania banyak mendapat nasehat setelah diperiksa. Bu Dokter berpesan pada Tania. Yuk temukan pesan-pesan itu di dalam cerita “Jangan Lupa Menggosok Gigi” ini.
Kamu pasti tahu penasaran kan dengan pesan Bu Dokter?

Mewarnai Bunga (fullcolor)

image

Judul : Mewarnai Bunga (fullcolor)
Penulis : Askalin
Penerbit : Rainbow (imprint Penerbit Andi)
Tahun Terbit : 2015
Tebal : ii+22 halaman
Ukuran : 19×23 cm
ISBN : 978-979-29-4419-8
Harga : Rp 25.000,-
Sinopsis :
Apakah kalian menyukai bunga? Nah, dalam buku Mewarnai Bunga ini, kalian akan menemukan aneka macam bunga. Ada bunga matahari, bunga sepatu, bunga dahlia, dan masih banyak lagi. Melalui buku ini, kalian juga bisa mewarnai aneka macam bunga dan membaca dongeng Bunga Matahari.
Yuk, kita mulai mengenal mereka

Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua

image

Judul : Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua
Penulis : Askalin
Penerbit : Diva Kidz (imprint Diva Press)
Tahun Terbit : 2015
Tebal : ii+48 halaman
Ukuran : 19×26 cm
ISBN :  978-602-255-730-2
Harga :  Rp 30.000,-
Sinopsis :
Apakah kalian tahu kenapa warna tubuh zebra belang? Apakah kalian tahu kenapa ikan hidup di air? Apakah kalian tahu kenapa leher bangau bengkok? Nah, jawaban semua itu ada pada buku dongeng ini. Selain itu, masih banyak lagi dongeng asal-usul pada buku ini. Dongeng pada buku ini dikumpulkan dari 5 benua.

Buku-buku askalin bisa dibeli di http://www.bukabuku.com

Posted in Book Review, Buku Anak, Buku TK/PAUD, BUKUKU, Cerita Anak, CERITA BINATANG (FABEL), Classic Stories, DONGENG, Paskalina Oktavianawati, PENGETAHUAN, Penulis, Penulis dan Karyanya, Tips untuk Orang Tua & Guru

Askalin 2015 (2)

image

Dalam buku ini ada 10 dongeng fabel. Semua dongeng mengisahkan tentang asal usul yang menyebabkan binatang memiliki keunikan. Misalnya mengapa kulit zebra belang, mengapa mulut rusa moncong, mengapa ayam betina suka menggaruk-garuk tanah, dan sebagainya.
Usai membaca dongeng, anak atau orangtua dapat menemukan pesan moral yang terkandung dalam dongeng dan meneladani nilai positif yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Buku dongeng ini buku dongeng pertama yang ditulis oleh penulis Askalin. Buku ini juga kerja sama pertama Askalin dengan penerbit Diva Press Yogyakarta. Penulis berharap akan banyak lagi buku-buku kaya penulis yang terbitkan.

Berikut ini data bukunya:

Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua
Oleh : Askalin
Harga : Rp. 30.000
Ukuran : 19 x 26 cm
Tebal : 48 hlm
Terbit : Februari 2015
Penerbit : DIVA Kidz
Diskon : 25 % beli di www.divapress-online.com

Sekilas tentang isi buku (belakang kover)

Apakah kalian tahu kenapa warna tubuh zebra belang? Apakah kalian tahu kenapa ikan hidup di air? Apakah kalian tahu kenapa leher bangau bengkok? Nah, jawaban semua itu ada pada buku dongeng ini. Selain itu, masih banyak lagi dongeng asal-usul pada buku ini. Dongeng pada buku ini dikumpulkan dari 5 benua.

Buku ini bisa diperoleh di tb gramedia seluruh Indonesia dan toko buku online.

Posted in Buku TK/PAUD, BUKUKU, Cerita Anak, CERITA BINATANG (FABEL), Classic Stories, DONGENG, Kabar_kabari, Paskalina Oktavianawati, Penulis, Penulis dan Karyanya

Buku baru: Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua

image

Dongeng Fabel Asal Usul dari 5 Benua
Kode : 9786022557302

Oleh : Askalin
Harga : Rp. 30000
Ukuran : 19 x 26 cm
Tebal : 48 hlm
Terbit : Februari 2015
Penerbit : DIVA Kidz
Diskon : 25 % beli di http://www.divapress-online.com

Sekilas tentang isi buku

Apakah kalian tahu kenapa warna tubuh zebra belang? Apakah kalian tahu kenapa ikan hidup di air? Apakah kalian tahu kenapa leher bangau bengkok? Nah, jawaban semua itu ada pada buku dongeng ini. Selain itu, masih banyak lagi dongeng asal-usul pada buku ini. Dongeng pada buku ini dikumpulkan dari 5 benua.

Buku ini bisa diperoleh di tb gramedia seluruh Indonesia dan toko buku online.

Posted in Anak Kreatif, Cerita Anak, CERITA BINATANG (FABEL), CERITA RAKYAT, Classic Stories, DONGENG, Kabar_kabari, LEA LINA, Paskalina Oktavianawati, PENGETAHUAN, Tips untuk Orang Tua & Guru

Dongeng yang Paling Banyak Dicari

Dongeng Sang Kancil dengan Buaya menjadi cerita lama yang paling banyak digunakan orang sebagai referensi. Terbukti pengunjung blog ini banyak sekali berkunjung untuk membaca atau copypaste dongeng Sang Kancil dengan Buaya ini. Anda juga pasti pengen tahu dongeng tersebut bukan?

Yuk Mari kita sama-sama membaca dongengnya. ____________________________________________________________________

DONGENG SANG KANCIL DENGAN BUAYA

kancilPada zaman dahulu Sang Kancil merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang-binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah bersedia membantu kapan saja.

Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurang, Sang Kancil pergi untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari itu, sangat panas dan terlalu lama berjalan, menyebabkan Sang Kancil kehausan. Lalu, ia berusaha mencari sungai terdekat. Setelah mengelilingi hutan akhirnya Kancil aliran sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu, Sang Kancil minum sepuas-puasnya. Dinginnya air sungai itu menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.

crocodileKancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Apabila terasa capai, ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Kancil berkata di dalam hatinya “Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat.” Setelah rasa capainya hilang, Sang Kancil kembali menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat di sekitarnya. Ketika tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil memandang kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai. “Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.

Sang Kancil terus berpikir mencari akal bagaimana cara menyeberangi sungai yang sangat dalam dan deras arusnya itu. Tiba-tiba Sang Kacil memandang Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya, apabila hari panas buaya suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari.Tanpa berlengah-lengah lagi kancil menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata,” Hai sahabatku Sang Buaya, apa kabarmu hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari membuka mata dan didapati Sang Kancil yang menegurnya. “Kabar baik sahabatku, Sang Kancil.” Sambung buaya lagi, “Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?”

“Aku membawa kabar gembira untukmu,” jawab Sang Kancil. Mendengar kata-kata Sang Kancil, Sang Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar khabar yang dibawa oleh Sang Kancil, lalu berkata, “Ceritakan kepadaku apakah yang hendak engkau sampaikan?”

Kancil berkata, “Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena Raja Sulaiman ingin memberi hadiah kepada kamu semua.” Mendengar nama Raja Sulaiman saja sudah menakuti semua binatang karena Nabi Sulaiman telah diberi kebesaran oleh Allah untuk memerintah semua makhluk di muka bumi ini. “Baiklah, kamu tunggu di sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua kawanku,” kata Sang Buaya. Sementara itu, Sang Kancil sudah berangan-angan untuk menikmati buah-buahan. Tidak lama kemudian, semua buaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Sang Kancil berkata “Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Nabi Saulaiman supaya menghitung jumlah kamu semua karena Nabi Sulaiman akan memberi hadiah yang istimewa pada hari ini.” Kata kancil lagi, “Berbarislah kamu merentasi sungai mulai dari tebing sebelah sini sampai ke tebing sebelah sana.”

Karena perintah tersebut datangnya dari Nabi Sulaiman, semua buaya segera berbaris tanpa membantah. Kata Buaya, “Sekarang hitunglah, kami sudah bersedia.” Sang Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mulai menghitung dengan menyebut “Satu dua tiga lekuk, jantan betina aku ketuk,” sambil mengetuk kepala buaya hingga Kancil berjaya menyeberangi sungai. Ketika sampai ditebing seberang, Kancil terus melompat ke atas tebing sungai sambil bersorak gembira dan berkata, “Hai buaya-buaya sekalian, tahukah kamu bahwa aku telah menipu kamu semua dan tidak ada hadiah yang akan diberikan oleh Nabi Sulaiman.”

Mendengar kata-kata Sang Kancil semua buaya merasa marah dan malu karena mereka telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Sang Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu Sang Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut dan menghilangkan di dalam kebun buah-buahan untuk menikmati buah-buahan yang sedang masak ranum itu.

____________________________________________________________________

Anda bisa membacanya dengan meng-KLIK DI SINI

Posted in CERITA BINATANG (FABEL)

Monyet dan Ayam

Pada suatu zaman, ada seekor ayam yang bersahabat dengan seekor monyet. Si Yamyam dan si Monmon namanya. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si Monmon yang suka semena-mena dengan binatang lain. Hingga, pada suatu petang si Monmon mengajak Yamyam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang, si Monmon mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Yamyam dan mulai mencabuti bulunya. Yamyam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. “Lepaskan aku, mengapa kau ingin memakan sahabatmu?” teriak si Yamyam. Akhirnya Yamyam, dapat meloloskan diri.

Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. si Kepiting merupakan teman Yamyam dari dulu dan selalu baik padanya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang rumah si Kepiting. Di sana ia disambut dengan gembira. Lalu Yamyam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Monmon.

Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Monmon. Ia berkata, “Mari kita beri pelajaran si Monmon yang tidak tahu arti persahabatan itu.” Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Monmon. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Monmon untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat.

Kemudian si Yamyam mengundang si Monmon untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Monmon segera menyetujui ajakan itu karena ia berpikir akan mendapatkan banyak makanan dan buah-buahan di pulau seberang. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai di tengah laut, Yamyam dan kepiting berpantun. Si Yamyam berkokok “Aku lubangi ho!!!” si Kepiting menjawab “Tunggu sampai dalam sekali!!”

Setiap kali berkata begitu maka si Yamyam mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut, sedangkan Si Yamyam dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si Monmon yang berteriak minta tolong karena tidak bisa berenang. Akhirnya ia pun tenggelam bersama perahu tersebut.

(Disarikan dari Abdurrauf Tarimana, dkk, “Landoke-ndoke te Manu: Kera dan Ayam,” Cerita Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara, Jakarta: Dept. P dan K, 1978, hal. 61-62)

Sumber: www.e-smartschool.com