10 Kebaikan yang Bisa Kita Lakukan pada Orang Lain Setiap Hari

Berbuat kebaikan bisa kita lakukan dengan mudah, tanpa harus bersusah payah. Yang menjadikan kita sulit berbuat kebaikan adalah gengsi kita. Gengsi bisa membuat kita takut direndahkan. Padalah dengan kita merendahkan diri, tidak akan menurunkan derajat kita di hadapan Tuhan.
10 kebaikan yang bisa kita lakukan pada orang lain setiap hari.

1. Tersenyum

Untuk memberikan senyum, kita tak perlu mengeluarkan tenaga, apalagi uang. Jadi, berikan senyummu sebanyak-banyaknya pada orang-orang di sekitarmu.

2. Memaafkan

Memaafkan itu akan melegakan hati kita, sekaligus membuat orang yang kita maafkan senang. Harga diri kita tidak akan jadi rendah, hanya karena memberi maaf pada orang lain.

3. Membantu

Orang lain akan menjadi senang ketika menerima bantuan. Oleh karenanya kita telah melakukan kebaikan untuk orang lain. Walaupun kadang kita menemukan orang yang gengsi atau malu menerima bantuan dari kita, tak perlu kita risaukan. Yang penting, kita secara tulus mau membantu orang lain.

4. Menolong

Banyak peristiwa yang membuat seseorang tertolong. Walau kadang pertolongan yang kita berikan dianggap sepele, dan tidak kita anggap sebagai perlakuan baik untuk orang lain. Pertolongan yang kita lakukan bisa menyelamatkan seseorang dari masalah. Misalnya, menolong seorang Nenek yang kesulitan menyeberang, menolong seorang anak mengambil kucing di pohon, dan sebagainya.

5. Menyapa

Ketika berada di tempat baru, tidak kenal satu pun orang yang ada di situ, saat ada orang baru menyapa kita rasanya senang sekali. Seperti merasa ada teman di tempat asing. Kita bisa lakukan kebaikan dengan menyapa orang lain.

6. Memberi

Memberi waktu kita sebentar untuk mendengarkan curhatan teman atau sahabat adalah sebuah kebaikan. Memberi keleluasaan teman bercerita, menjadi pendengar yang baik, itu menyenangkan bagi orang lain. Jadi, jangan segan-segan memberikan waktumu untuk orang-orang di sekitarmu.

7. Merelakan

Merelakan sesuatu untuk orang lain (saudara atau teman), itu merupakan kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain. Misalnya merelakan mainan dipakai oleh adik, merelakan bagian terbesar makanan untuk adik, dan sebagainya.

8. Mengalah

Mengalah bukan berarti kalah. Ketika kamu mengalah pada adikmu, itu sebuah kebaikan. Ketika kamu mengalah di jalan raya dan membiarkan orang lain lewat lebih dahulu, itu sebuah kebaikan.

9. Berdonasi

Berdonasi untuk mereka yang membutuhkan adalah bentuk kebaikan kita untuk orang lain. Berdonasi atau memberikan sumbangan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. 

10. Meminjamkan

Meminjamkan barang bisa menjadi kebaikan yang bisa kita lakukan. Di suatu tempat, di mall, kita bisa meminjamkan bolpoin pada orang lain yang membutuhkan.

Kebaikan yang mana yang sudah kamu lakukan hari ini?

Berapa kebaikan yang kamu lakukan hari ini?
29 Juni 2017

#day14 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #paskalinaaskalin #kebaikan

Iklan

Hati-hati Menulis di Media Sosial

​#day9 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #mediasosial

Saat ini kita bisa mendapat informasi apa pun melalui media sosial. Tetapi kita sulit menyembunyikan diri kita dari media sosial. 

Media sosial sudah seperti buku harian yang dipublikasikan di ruang publik. Tanpa mengatakan pada siapa pun, kita mau pergi ke mana pun, tanpa disadari, kita sudah mengumumkan keberadaan kita di suatu tempat. 

Misalnya dengan hastag #stasiunpasarsenen, #rumahsakit dan ditambah map lokasi, kita sudah memberitahukan kepada semua orang di dunia tentang keberadaan kita. 

Saya pun sama, semua aktivitas saya sering diberi hastag lokasi tempat atau kegiatan saya. Teman atau sahabat yang saya kenal menjadi tahu apa saya lakukan tanpa harus bertanya pada saya.

Mudik Lebaran 2017 ini tanpa saya beri tahu kepada siapa pun, dengan saya posting #belitiketmudik tiga bulan yang lalu, kemudian menjelang berangkat saya posting dengan hastag #siapsiapmudik, semua orang menjadi tahu kegiatan saya.

Media sosial sungguh luar biasa manfaatnya, menyebarkan informasi secepat kilat. Informasi apa pun bisa dengan mudah tersebar. Oleh karenanya, kita patut waspada dalam membuat postingan di media sosial. Jangan sampai apa yang kita posting menyakiti hati pihak lain. Karena jika ada pihak yang merasa dirugikan atau tersakiti, kita bisa dipidanakan.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi wadah komunikasi jarak jauh yang efektif. Namun, menjadi aneh ketika media sosial justru menjadikan sebuah keluarga tak pernah bertatap muka walau satu rumah. Komunikasi hanya terjalin dan tampak akrab di media sosial. Saya sendiri ragu, keberadaan media sosial ini sebenarnya menambah ikatan keluarga atau justru semakin menjauhkan keluarga satu sama lain.

Media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial (KBBI V). Jadi, tidak ada informasi yang bisa disembunyikan dari media sosial. 

Kata dan kalimat yang kita tulisan dalam media sosial, tanpa kita sadari mencerminkan diri kita, sifat kita, dan seberapa bijak diri kita dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Ayo gunakan media sosial secara bijak!

Dongeng Sebelum Tidur (1)

​#day7 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #dongeng #mendongeng

Sebelum tidur, saya suka mendongengkan sebuah cerita dipadu dengan nyanyian. Sebuah cerita sederhana tanpa melihat buku. Ide cerita diambil dari pengalaman sehari-hari, yang dialami oleh Kenan.

Ini contoh dongengnya.

Pada suatu malam Gajah termenung sendiri. Gajah itu tampak sedih. Apa yang terjadi dengan gajah itu ya. Kemudian datanglah Kancil, bertanya pada Gajah.

“Kenapa kamu bersedih, Gajah?” tanya Kancil.

“Aku kesepian malam ini. Sahabatku Zebra sedang pergi mengunjungi saudaranya. Sepi sekali,” jawab Gajah sedih.

“Aku ada di sini, dan lihabt… ada bintang dan bulan yang setia menemani kita.” Kancil memandang langit yang penuh bintang dan terang oleh bulan.

“Ayo kita bernyanyi,” ajak Kancil.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Benar, kenapa aku harus sedih. Ada bintangnya menemani kita. Aku mau bernyanyi lagi.” Gajah kini tak sedih lagi. Gajah dan kancil menyanyi lagi.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Aku jadi ingat lagu yang dinyanyikan ibuku,” kata Gajah dengan gembira. Gajah dan Kancil menyanyikan lagu BULAN.
Ambilkan bulan Bu

Ambilkan bulan Bu

Yang slalu bersinar di langit

Di langit bulan benderang

Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan Bu

Untuk menemani

Tidurku yang lelap di malam gelap
Setelah menyanyikan lagu BULAN berulang kali, Gajah dan Kancil tertidur pulas.
Sebuah dongeng sederhana untuk mengantar anak tidur nyenyak. Pesan yang ingin saya sampaikan dalam dongeng itu adalah jangan merasa sendirian karena Tuhan menciptakan bintang dan bulan untuk menemani kita di malam hari. Kita juga patut bersyukur atas alam yang indah pemberian Tuhan.
22 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayaseorangibu

#sayapenulis

30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis