Selalu Ada Ketika Lebaran

​#day10 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ketika Lebaran tiba, beberapa hal unik yang saya temukan adalah:

1. Mudik

Lebaran identik dengan mudik. Ketika Lebaran tiba bagi mereka yang merantau di kota lain akan segera merencanakan mudik ke kampung halaman. Mudik menjadi kesempatan untuk pulang bagi siapa saja yang jauh dari rumah orangtua.


2. Angpau

Angpau adalah amplop kecil yang diisi uang untuk hadiah. Pemberian angpau ini adat kebiasaan pada Tahun Baru Cina yang sudah diadopsi oleh siapa saja yang mau memberikan hadiah. Pada hari raya Lebaran mereka yang telah bekerja akan memberikan angpau pada keponakanya. Nenek  dan Kakek akan memberikan angpau pada cucu-cucunya.

Bagi anak-anak tentu yang paling bersemangat  adalah berburu angpau dari Om, Tante, Nenek, Kakek, dan saudara yang telah memiliki penghasilan.

3. Baju Lebaran

Bagi anak-anak baju Lebaran seperti sebuah kewajiban. Apalagi jika ia sudah berhasil menyelesaikan puasa sebulan penuh. Baju Lebaran menjadi hadiah yang membahagiakan buat anak-anak. Namun, biasanya orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk beli baju Lebaran.

4. Kue Lebaran

Lebaran tanpa kue rasanya tidak mungkin ya…  Ketika Lebaran tiba, ibu-ibu sibuk membuat kue-kue Lebaran. Ada macam-macam kue Lebaran, kue kering, kue putri salju, kue nastar, kue kacang, stick keju, dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki makanan khas kue Lebaran masing-masing. 

5. Ketupat dan Opor Ayam

Ketupat dan opor ayam juga menjadi menu wajib di Hari Lebaran. Namun, tidak semua daerah menjadikan ketupat dan opor ayam sebagai menu wajib. Menu Lebaran biasanya menyajikan makanan daerahnya masing-masing. Di Jawa Timur, ada yang menyajikan nasi pecel, bakso, dan rawon sebagai menu wajib di hari Lebaran.

6. Silaturahmi Lebaran

Pasti akan ada silaturahmi dalam perayaan Lebaran. Lebaran menjadi saat yang tepat untuk bertemu dengan keluarga yang lama tak bertemu. Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk perdamaian bagi mereka yang berselisih.

Mudik, baju Lebaran, kue Lebaran, menyantap ketupat dan opor ayam tidak akan sempurna tanpa adanya silaturahmi Lebaran.  Jadi, jangan menjadi tak bersilaturahmi jika tidak ada kue Lebaran dan baju Lebaran. Silaturahmi-lah yang paling utama di hari Lebaran.

Selamat Idulfitri untuk saudaraku, sahabatku, dan teman-temanku yang merayakannya. Selamat merayakan Hari Lebaran, semoga ibadah puasa yang dijalankan diterima sehingga menjadikan hati dan jiwa kembali menjadi baru.
25 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Iklan

Hati-hati Menulis di Media Sosial

​#day9 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #mediasosial

Saat ini kita bisa mendapat informasi apa pun melalui media sosial. Tetapi kita sulit menyembunyikan diri kita dari media sosial. 

Media sosial sudah seperti buku harian yang dipublikasikan di ruang publik. Tanpa mengatakan pada siapa pun, kita mau pergi ke mana pun, tanpa disadari, kita sudah mengumumkan keberadaan kita di suatu tempat. 

Misalnya dengan hastag #stasiunpasarsenen, #rumahsakit dan ditambah map lokasi, kita sudah memberitahukan kepada semua orang di dunia tentang keberadaan kita. 

Saya pun sama, semua aktivitas saya sering diberi hastag lokasi tempat atau kegiatan saya. Teman atau sahabat yang saya kenal menjadi tahu apa saya lakukan tanpa harus bertanya pada saya.

Mudik Lebaran 2017 ini tanpa saya beri tahu kepada siapa pun, dengan saya posting #belitiketmudik tiga bulan yang lalu, kemudian menjelang berangkat saya posting dengan hastag #siapsiapmudik, semua orang menjadi tahu kegiatan saya.

Media sosial sungguh luar biasa manfaatnya, menyebarkan informasi secepat kilat. Informasi apa pun bisa dengan mudah tersebar. Oleh karenanya, kita patut waspada dalam membuat postingan di media sosial. Jangan sampai apa yang kita posting menyakiti hati pihak lain. Karena jika ada pihak yang merasa dirugikan atau tersakiti, kita bisa dipidanakan.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi wadah komunikasi jarak jauh yang efektif. Namun, menjadi aneh ketika media sosial justru menjadikan sebuah keluarga tak pernah bertatap muka walau satu rumah. Komunikasi hanya terjalin dan tampak akrab di media sosial. Saya sendiri ragu, keberadaan media sosial ini sebenarnya menambah ikatan keluarga atau justru semakin menjauhkan keluarga satu sama lain.

Media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial (KBBI V). Jadi, tidak ada informasi yang bisa disembunyikan dari media sosial. 

Kata dan kalimat yang kita tulisan dalam media sosial, tanpa kita sadari mencerminkan diri kita, sifat kita, dan seberapa bijak diri kita dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Ayo gunakan media sosial secara bijak!

Kenan dan Kereta

#day2 ​#menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #day2 #ceritaku

Dulu dan sekarang masih sama, ternyata. Kata mereka dulu ketika saya kecil paling hobi lihat kereta lewat. Dan sekarang, anak saya pun sama, seharian ini bolak-balik ke dekat rel kereta untuk menikmati pemandangan kereta lewat dari jarak dekat.

Bukan sebuah kebiasaan bagus, saya sadari itu. Kewaspadaan harus  menjadi prioritas. Melihat kereta dari jarak dekat (kurang dari 5 meter) adalah sebuah bahaya. Harapan saya ini hanya terjadi hari ini. Besok Kenan mulai terbiasa dengan keadaan di sini, terbiasa dengan deru kereta yang lewat setiap beberapa menit sekali.

Hari kedua di Bojonegoro, dihabiskan oleh Kenan dengan Adaptasi, mengenal banyak Simbah, Om, Tante, Budhe, PakDe, Mbak, dan Mas. Kenan beradaptasi dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Belum ada kata ingin pulang terucap dari bibir kecilnya.

Kenan mampu bergaul dengan lingkungan baru secara cepat. Saya kagum sekali padanya. Saya tidak pernah bisa melakukan hal yang sama seperti Kenan. Melihat cara bergaulnya, saya jadi ingat pada bapak saya, Bapak Richardus Yamrewav. Siapa pun yang pernah mengenalnya pasti tahu seperti apa Bapak saya itu. Saya yakin Tuhan Yang Maha Kasih sudah menempatkan di Surga Yang Paling Indah, amin.

Kenan tumbuh menjadi sebuah pribadi yang sempurna. Kenan menyempurnakan Bunda dan Ayahnya. Kenan adalah pribadi yang unik.

Bukan menurut saya saja, yang mengatakan jika Kenan mirip Opa-nya. Beberapa orang yang ditemui Kenan di Bojonegoro mengatakan Kenan mirip Bapak saya, tingkah laku pun mirip, Puji Tuhan!! Semua kebaikan Bapak ada pada Kenan. Saya patut berbahagia dan berbangga.
17 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

Menulis oh Menulis

Kalau ditanya, sudah berapa buku yang ditulis, pasti saya jawab tidak tahu. Saya tidak pernah menghitung seberapa banyak saya menulis buku, seberapa banyak nama saya tercantum di buku entah sebagai penulis atau sebagai editor yang menjadi ghostwriter.

Bagi saya naskah adalah hidup, dan naskah menghidupi saya, menghidupi secara lahir dan secara batin. Jika muncul pertanyaan, apakah saya menulis karena uang. Dengan tegas saya menjawab, YA. Saya bisa menulis  karena uang, tapi saya juga bisa menulis karena saya suka, saya mencintai.

Menulis sebenarnya tidak selalu berakhir di sebuah buku atau berimbas pada munculnya UANG. Menulis juga merupakan cerita hidup dan cerita masa depan. Setiap hari saya menulis tentang anak saya, sejak dia lahir ke dunia hingga hari ini. Saya ingin menulis segala sesuatu tentangnya. Walau nanti akhir saya tidak bisa menjadikan tulisan saya ini buku, saya ingin anak saya membaca, kelak.

Itu beberapa buku saya yang saya banggakan pernah saya tulis. Benar-benar saya tulis dan bersaing dengan penulis lain di pasar buku. Askalin, itu nama pena yang saya pakai untuk buku-buku saya itu. Apalah arti sebuah nama, yang saya harapkan buku saya benar-benar menjadi bagian dari pembentukan karakter bangsa yang positif. Amin. Semoga. (Askalin Penulis)

#freewriting #menulisbebas #bebasmenulis #bukuaskalin #penulisaskalin #bukuberkarakter #paskalinaoktavianawati