Dari Mana Anda Dapat Ide Menulis Buku Bacaan Anak?

Dari Mana Anda Dapat Ide Menulis Buku Bacaan Anak?

Ide menulis buku bacaan anak bisa diperoleh dari mana saja. Lima cara mendapatkan ide menulis buku bacaan anak.

1. MEMBACA BUKU

Saya punya banyak sekali buku bacaan anak dari berbagai penerbit dan penulis. Saya membacakan buku itu pada anak saya. Sambil membaca buku cerita, membuat pikiran saya terpancing memunculkan suatu ide buku lain yang berbeda.

2. BERIMAJINASI

Anak-anak memiliki imajinasi yang luar biasa. Ide menulis buku bacaan anak bisa diperoleh dari hasil petualangan Anda di dunia imajinasi. Sejenak jadilah anak-anak dan berimajinasilah.

3. TOKO BUKU

Sering-seringlah ke toko buku, karena di sanalah ide banyak bergelantungan, di sana pula ide bisa berkembang hingga tanpa batas. Namun tetap harus berhati-hati. Anda harus tetap kreatif dalam menciptakan ide Anda. Mengikuti tren boleh-boleh saja, asalkan tidak menjadi duplikator ide orang lain.

4. LINGKUNGAN SEKITAR 

Apa yang dilihat, dicermati, dan dialami bisa menjadi ide menulis. Setiap hari Anda menjumpai hal-hal yang berbeda yang tentunya menumbuhkan berbagai pemikiran di otak Anda. Apa yang dipikirkan itu bisa melahirkan ide menulis.

5. DISKUSI

Ketika ide terasa buntu, mandeg, dan membingungkan, diskusi dengan teman penulis atau sahabat bisa menelurkan ide brilian. Sebuah ide tidak bisa dipendam sendiri, kadang perlu dibagikan pada orang lain untuk memperkuat ide dan mempertajam langkah.

#paskalinaaskalin #marimenulis #happywriting

Iklan

Aku Ingin Menulis, maka Menulislah

Aku ingin menulis, maka menulislah

Menulislah jika Anda ingin menulis. Menulis, hanya itu kunci memulai sebuah tulisan. Ide sedahsyat apa pun tidak akan berguna jika tidak segera ditulis.

“Aduh saya tidak punya waktu, karena harus ini itu bla bla bla…”

Ya sudahlah, jangan menulis.

Tetapi ketika keinginan menulis itu masih ada, tulislah di gadget yang Anda pegang. Playstore menyediakan banyak sekali aplikasi untuk menulis. Anda bisa menggunakan salah satu aplikasi, misalnya ColorNote.

unnamed

Menurut saya, makna menulis memiliki pergeseran makna. Dulu, makna menulis adalah membuat coretan pada kertas dengan menggunakan pena, pensil, bolpoin, atau alat tulis lainnya. Sekarang, menulis memiliki makna yang luas, yaitu: (1) menulis corat-coret di kertas, (2) menulis dengan laptop, (3) menulis dengan gadget, (4) menulis dengan komputer.

Jadi, Anda mau menulis di mana? Ada mempunyai banyak pilihan. Tidak ada laptop, ada gadget. Gadget lowbat, laptop tidak ada, Anda bisa menulis di kertas. Begitu banyak pilihan. Tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak bisa menulis, jika Anda mempunyai niat ingin menulis. Di mana pun Anda bisa menulis, karena gadget Anda ada di genggaman.
Sambil baik go-jek saya bisa menulis ide buku yang terlintas saat itu karena bantuan aplikasi ColorNote. Outline-pun bisa langsung saya buat ketika sedang menunggu.

MAU MENULIS?? MENULISLAH…

Paskalina Askalin

10 TIPS MOTIVASI MENJADI PENULIS HEBAT

10 TIPS MOTIVASI MENJADI PENULIS HEBAT
image

1. Seorang penulis harus PANTANG MENYERAH. Apabila
naskah yang dikirim ke penerbit atau media cetak ditolak,
jangan menyerah, segera kirim ke penerbit atau media cetak
lainnya.
2. Seorang penulis harus mau KERJA KERAS. Karya tulisan
yang sesungguhnya tidak bisa dihasilkan secara instan, ada
proses yang harus dilalui dan proses itu membutuhkan kerja
keras.
3. Seorang penulis harus BERANI GAGAL, tapi kegagalan hari
ini harus menjadi batu loncatan untuk menghasilkan
keberhasilan di kemudian hari.
4. Seorang penulis harus MAU DIKRITIK, karena tidak ada
manusia yang sempurna, kritik yang muncul jadikan sebagai
masukan yang baik dan tanggapi secara positif.
5. Seorang penulis harus RENDAH HATI, supaya ketika jadi
penulis terkenal tidak lupa diri.
6. Seorang penulis harus MAU BERBAGI ILMU, karena
semakin banyak ilmu yang dibagikan ilmu yang dimiliki
seorang penulis semakin kaya dan berkembang.
7. Seorang penulis harus BERPIKIR POSITIF, karena hasil
pemikiran yang positif yang menghasilkan tulisan yang positif
pula.
8. Seorang penulis harus SIAP TERKENAL, artinya ketika sudah menjadi terkenal jangan sampai lupa diri, tetapi tetap rendah hati.
9. Seorang penulis harus AKTUAL, karena masyarakat menyukai informasi aktual sehingga penulis bisa menambahkan informasi aktual dalam setiap karya tulisnya.
10. Seorang penulis harus MELEK TEKNOLOGI, artinya tidak antiteknologi, tidak antigadget, sehingga bisa mengimbangi teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ditulis oleh #askalin ASKALIN

Bunda Writer (1): Menulis di waktu yang pendek

Saat ini saya memiliki kesibukan baru yang akan dijalani selamanya, yaitu seorang ibu. Hmmm ternyata mengurus buah hati itu luar biasa menyenangkan. Saking menyenangkannya jadi lupa pada hal lainnya, misalnya waktu untuk menulis, paling tidak menuliskan ide-ide yang berseliweran di kepala. Karena keasyikan menimang sang buah hati, ide-ide melintas begitu saja dan hilang ditelan waktu.

Waktu jeda mengurus buah hati yang saya rasakan semakin pendek saja, haruslah benar-benar saya manfaatkan jika saya masih ingin eksis menulis. Walau awalnya hanya menyempatkan menulis ide-ide saja. Selanjutnya saya bisa menulis naskah secara utuh dalam beberapa hari.
image

Sang buah hati yang sedang lucu-lucu seakan mengikat semua ibu untuk senantiasa memperhatikannya walau sedang tidur sekali pun. Awal-awalnya, itu yang saya lakukan. Saat sang buah hati tidur, saya tak bisa bergerak jauh darinya, menatapnya saat tidur adalah menyenangkan. Ah, tapi saya tidak boleh seperti itu terus. Saya ingin buku-buku saya nanti juga bisa dibaca dan bermanfaat untuk sang buah hati. Saya harus berubah. Saya harus memenej waktu saya yang sedikit diantara waktu mengurus buah hati yang belum lama lahir.

Setahun lalu saya sudah memutuskan berhenti menjadi karyawan penerbitan dan akan menulis di rumah sekaligus mengurus sang buah hati. Saya kembali menguatkan niat itu dalam batin saya. Saat saya mempunyai niat itu, sang buah hati belum lahir, nah sekarang dia sudah lahir. Situasi yang dialami ternyata berbeda ya, sang buah hati begitu menggoda untuk selalu dilihat dan tak pernah sedetikpun ditinggalkan. Jadi, niat untuk menulis harus kembali diasah.

Setelah niat menulis itu muncul, masalah selanjutnya yang muncul adalah kapan waktu menulis yang tepat. Saya harus memberi ASI eksklusif sehingga waktu seakan habis untuk sang buah hati. Saat sang buah hati tidur, ada saja yang harus dikerjakan hingga akhirnya waktu habis begitu saja. Saat mau mulai buka laptop, sang buah hati keburu bangun minta diberi ASI. Kemudian saya menemukan waktu yang tepat untuk menulis, yaitu malam hari hingga dini hari. Di waktu itu, sang buah hati terlelap tidur, sehingga saya bisa membuka laptop atau menulis di tab atau menulis di kertas. (Ditulis oleh Askalin)

Naskah Ditolak, ah ga sakitnya tuh di sini!!

Naskah ditolak oleh penerbit atau media cetak, rasanya tuh sakit banget. TAPI sakitnya kayak digigit semut, terasa 5 sampai 10 menit setelah itu tak berasa apa-apa. Naskah yang ditolak mau ditangisi seperti apa pun, tak akan mengubah apa-apa, ditolak ya ditolak. Masih untung naskah itu dikembalikan sehingga tidak menjadi onggokan kertas bekas pembungkus cabe di pasar yang harganya sedang meroket.
Naskah yang ditolak itu, trus mau diapakan? Biarkan saja sehari dua hari atau dua minggu, baru kemudian lihat kembali secara bijak, apa alasan naskah itu ditolak. Tak perlu berpikiran negatif pada redaksinya, tak perlu mencari-cari alasan pembenaran jika naskah kita luar biasa bagus. Cobalah terima segala kritik dari naskah kita yang ditolak itu.
Kemudian JANGAN TAKUT untuk mencoba lagi mengirim naskah ke penerbit atau media cetak yang pernah menolak naskah kita. YAKIN pasti dari 5 hingga 10 naskah yang dikirim pasti akan ada yang DITERIMA.
Sesuai pengalaman saya mencoba mengirim 5 penawaran naskah ke sebuah penerbit. Penawaran 1 sampai 4 ditolak. Penawaran ke 5 akhirnya diterima. (Horeeeeee)
Jadi kuncinya adalah
Naskah DITOLAK, tidak masalah, satu naskah ditolak, coba lagi lagi dan lagi. Ditolak adalah proses kita menuju diterima. Ditolak juga proses kita belajar menulis. Sampai kapan pun penulis akan terus belajar menulis.

Tips Menulis (Anak SD)

Askalin ingin berbagi tips menulis untuk adik-adik pelajar SD.

Tips ini merupakan ringkasan dari buku Aku Mau Jadi Penulis.

Buat adik-adik yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang menulis, Adik-adik bisa membaca di buku Aku Mau Jadi Penulis. Buku ini bisa adik-adik beli dengan harga Rp 60.000 di toko buku gramedia, toko buku online www.bukabuku.com dan toko buku lainnya.

aku mau jadi penulis

Tips menulis klik aja

Membaca dulu sebelum menulis

Menulis buku harian (diary)

Lomba Penulisan Novel Amore – Gramedia Pustaka Utama (Deadline 1 Desember 2012)

Amore: Let’s Fall in Love!

Ingin menjadi penulis Gramedia Pustaka Utama? Ini kesempatan karyamu diterbitkan dengan mengikuti Lomba Penulisan Novel AMORE. Amore adalah novel dewasa yang menampilkan kisah roman dalam negeri. Ditulis oleh pengarang Indonesia, menampilkan kisah cinta yang menggugah hati.

Ketentuan Lomba:
1. Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas.
2. Tema cerita bebas, harus berkaitan dengan kisah cinta, tidak mengandung SARA dan pornografi.
3. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
4. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
5. Panjang Naskah 150-250 halaman A4, 1,5 spasi, 12 pt, font Times New Roman. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
6. Kirimkan naskah (print out), sinopsis cerita, biodata berikut nomor kontak yang bisa dihubungi & foto berwarna, serta fotokopi tanda pengenal peserta (KTP/identitas lain)

ke:

Panitia AMORE!
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Jln. Palmerah Barat 29-37 Lt. 5, Jakarta 10270
Telp. (021) 53650110 ext. 3511, 3512

— Cantumkan “Lomba Novel Amore” di pojok kiri atas amplop —

Catatan: seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba

7. Seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba
8. Naskah kami tunggu selambat-lambatnya 1 Desember 2012

MENANGKAN HADIAH SEBAGAI BERIKUT:
Juara I Rp 7.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara II Rp 5.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara III Rp 3.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Pemenang Berbakat (3 orang) Rp1.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor

Bagi Juara dan Pemenang Berbakat, novelmu juga akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

*) Hadiah belum termasuk royalti jika diterbitkan.
Sumber: event FB Gramedia Pustaka Utama